Bayi dengan posisi sungsang biasanya dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester kedua sampai trimester ketiga. (Foto: Pexels.com)
Bayi dengan posisi sungsang biasanya dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester kedua sampai trimester ketiga. (Foto: Pexels.com)

Hal yang Harus Diperhatikan Jika Mengalami Kehamilan Sungsang

Rona kehamilan
Raka Lestari • 29 Mei 2019 14:44
Kehamilan sungsang adalah bayi dengan posisi terbalik (yang di atas menjadi di bawah, yang di depan menjadi di belakang, kepala di bawah kaki di atas, dan sebagainya). Bayi dengan posisi sungsang biasanya dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester kedua sampai trimester ketiga.
 

 
Jakarta: Dari sebagian kehamilan, beberapa wanita mengalami kelahiran dengan kondisi bayi sungsang. Ini berarti bahwa di dalam rahim, posisi kepala bayi bergeser ke posisi sungsang.
Posisi sungsang sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Complete breech

Di mana bagian bagian bawah bayi mengarah ke leher rahim dengan kaki dilipat.

2. Frank breech

Di mana bayi berada di posisi memeluk pinggang dengan kaki lurus.

3. Yang terakhir adalah footling breech

Di mana bayi berada pada posisi kaki menunjuk ke arah rahim seperti ingin keluar dari rahim namun kaki terlebih dahulu.

Mengapa kelahiran sungsang berbahaya?

Karena komplikasi serius, terutama kondisi kepala bayi terjebak sangat mungkin jika tidak dihindari. Kelahiran sungsang juga sangat mungkin dapat menyebabkan kematian bayi terutama sebelum munculnya pengobatan modern.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bayi dengan posisi sungsang biasanya dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester kedua sampai trimester ketiga.
 
Hal yang Harus Diperhatikan Jika Mengalami Kehamilan Sungsang
(Dari sebagian kehamilan, beberapa wanita mengalami kelahiran dengan kondisi bayi sungsang. Ini berarti bahwa di dalam rahim, posisi kepala bayi bergeser ke posisi sungsang. Foto: Pexels.com)

Yang harus dilakukan jika posisi bayi sungsang?

"Hal yang harus dilakukan adalah dengan mulai membicarakan kepada calon orang tua alasan mengapa sebaiknya tidak dilahirkan melalui proses normal jika bayi dalam konsisi sungsang," kata Dr Mary Rosser, dokter obgyn di Columbia University Irving Medical Center.
 
"Harus menentukan dan membicarakan dengan pasien dan pasangannya sejak awal jika bayi sepertinya tidak akan berpindah posisi."
 
Rosser menekankan bahwa operasi caesar merupakan operasi yang cukup sering dilakukan, namun operasi caesar tetaplah merupakan operasi besar.
 
Ditambah lagi dengan fakta bahwa terkadang calon ibu masih berusia muda, sehingga banyak yang merasa ketakutan. Terutama jika calon ibu baru pertama kali mengalami operasi dan mendengarkan banyak mitos negatif mengenai bayi sungsang.
 
Untuk mempersiapkannya, Rosser menyarankan agar calon ibu bertanya sebanyak-banyaknya ke dokter kandungan mereka dan perawat yang bertugas.
 
Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp OG (K) dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia juga mengatakan agar ibu hamil yang menanyakan terlebih dahulu ke dokter kandungan penyebab dari kondisi bayi sungsang tersebut.
 
"Sungsang itu ada penyebabnya, jangan pernah coba-coba untuk mengatasinya. Serahkan semuanya kepada dokter yang memang sudah mengerti dan dapat menangani," tutup Dr. Dwiana.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif