Ketidakseimbangan atau perubahan hormonal dapat menimbulkan gejala-gejala stres pascamelahirkan. (Foto: Pexels.com)
Ketidakseimbangan atau perubahan hormonal dapat menimbulkan gejala-gejala stres pascamelahirkan. (Foto: Pexels.com)

4 Faktor yang Bikin Anda Stres Pascamelahirkan

Rona stres setelah melahirkan
Yatin Suleha • 14 Oktober 2019 10:00
Jakarta: Ada beberapa hal yang bisa membuat ibu setelah melahirkan merasa stres. Menurut Hedwig Emiliana Tulus, ST., Psikolog ada empat faktor penyebab stres setelah melahirkan antara lain hormonal, fisik, psikologis dan sosial.
 
Keempat faktor penyebab tersebut dapat membuat seorang wanita yang baru melahirkan mengalami baby blues atau postpartum atau dikenal dengan stres pascamelahirkan.

Ada empat faktor yang bisa membuat ibu melahirkan stres, antara lain:
 
1. Faktor Hormonal

Usai melahirkan kadar hormon kortisol (hormon yang memicu stres) pada tubuh ibu naik disaat yang bersamaan hormon laktogen dan prolaktin yang memproduksi ASI sedang meningkat. Dan disaat yang bersamaan kadar progesteron sangat rendah. Maka ketidakseimbangan atau perubahan hormonal ini menimbulkan gejala-gejala tersebut.

2. Fisik

Usia ketika melahirkan yang terlalu muda atau terlalu tua, perubahan bentuk tubuh pascamelahirkan misalnya payudara yang mengencang serta sakit, sayatan di vagina atau di perut yang masih sakit, pendarahan. Belum lagi jika adanya penyakit yang menyertai misalnya darah tinggi, diabetes, atau asma dan lainnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Traumatik ketika melahirkan (sulit ketika melahirkan) dan juga termasuk tuntutan setelah melahirkan seperti menyusui secara periodikal (setiap dua jam sekali), atau harus menggendong dan merawat tali pusar yang masih lemah.
 
4 Faktor yang Bikin Anda Stres Pascamelahirkan
(Ketidakseimbangan atau perubahan hormonal dapat menimbulkan gejala-gejala stres pascamelahirkan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

3. Psikologis

Perhatian teralih pada bayi, kondisi bayi tidak sesuai dengan yang diharapkan misalnya karena yang lahir ternyata anak perempuan sedangkan sangat mengharapkan anak laki-laki, mengalami kecacatan atau lainnya. Atau Anda merasa diri berubah dan secara psikis banyak yang harus diperhatikan, juga termasuk pasangan yang kurang memahami pesan, tubuh, dan tugas istri maupun dampak pada dirinya.

4. Sosial

Pengalaman pertama menjadi seorang ibu, perubahan peran serta bingung karena banyak tugas dan tumpang tindih. Mulai melihat karier atau pekerjaan secara berbeda. Serta terbatasnya waktu untuk bersosialisasi, atau merasa cuti melahirkan membuat rutinitas yang sama yang kemudian menjadi bosan atau merasa sudah tidak mempunyai social life lagi.
 
Keempat faktor penyebab tersebut dapat membuat seorang wanita yang baru melahirkan mengalami baby blues atau postpartum.
 
Menurut Hedwig, jangan ragu untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain yang dekat dengan Anda tentang banyak hal baru sebagai ibu yang baru saja melahirkan. Jika perlu Anda bisa minta pendampingan untuk teman misalnya mengundang ibu kandung untuk datang. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif