Suasana laga Timnas Futsal Indonesia vs Iran di final Piala Futsal Asia 2026. (Foto: Instagram resmi Timnas Futsal Indonesia)
Suasana laga Timnas Futsal Indonesia vs Iran di final Piala Futsal Asia 2026. (Foto: Instagram resmi Timnas Futsal Indonesia)

Piala Asia Futsal 2026

Menyesakkan! Indonesia Kalah Adu Penalti dari Iran di Final Piala Asia Futsal 2026

Kautsar Halim • 08 Februari 2026 00:11
Ringkasnya gini..
  • Timnas Futsal Indonesia gagal juara Piala Asia Futsal 2026 setelah kalah 4-5 dari Iran lewat adu penalti. Padahal, Indonesia sempat unggul di beberapa momen penting.
  • Indonesia sempat berbalik memimpin melalui gol Israr Megantara dan Samuel Eko, namun Iran selalu bangkit, memaksa adu penalti yang menentukan gelar juara.
  • Meski kalah, Indonesia mencetak rekor baru sebagai runner-up, menaklukkan tim besar seperti Korea Selatan dan Jepang, sementara Iran meraih gelar ke-14 mereka.
Jakarta: Timnas Futsal Indonesia gagal menjuarai Piala Asia Futsal 2026 dikalahkan Iran secara dramatis lewat adu penalti dengan skor 4-5 pada fase final di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 7 Februari malam WIB. Sebelumnya, adu penalti dilakukan karena kedua tim bermain imbang 5-5 setelah memainkan waktu normal dan babak tambahan.  
 
Seperti dilansir Antara dari laman resmi AFC, jalannya pertandingan berlangsung ketat dengan aksi saling jual beli serangan dan berbalas gol. Indonesia sempat beberapa kali unggul, tapi Iran selalu berhasil mengejar ketertinggalan, baik pada waktu normal, babak tambahan, hingga adu penalti.   

Jalannya Pertandingan Indonesia vs Iran


Indonesia sempat menciptakan peluang terlebih dahulu melalui tembakan Rio Pangestu, namun masih dapat ditepis kiper Iran Bagher Mohammadi. Tapi, Iran berbalik mendapatkan peluang dan berhasil unggul terlebih dahulu lewat tembakan Hossein Tayebi pada menit ke-3.
 
Meski demikian, keunggulan 1-0 Iran tidak bertahan lama. Indonesia sudah berhasil menyamakan kedudukan melalui sontekan Reza Gunawan yang memanfaatkan bola muntah dari tendangan Dewa Rizki pada menit ke-7. 

Setelah itu, Indonesia membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol Israr Megantara yang menuntaskan umpan kiper Ahmad Habibie pada menit ke-8, dan memperbesar keunggulan menjadi 3-1 lewat gol Israr lagi pada menit ke-9.
 
Iran sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-16 melalui tembakan yang dilepaskan Saeid Ahmad Abbasi. Tapi, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah Indonesia meminta challenge dan tayangan ulang pun menunjukkan bola sudah keluar lapangan terlebih dahulu.
 
Skuad asuhan Vahid Shamsaee memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti karena Indonesia melalukan pelanggaran keenam. Namun, tendangan dari Salar Aghapour dapat dihalau Habibie.
 
Iran baru benar-benar bisa memperkecil ketertinggalan melalui tembakan Mahdi Karimi yang memanfaatkan skema tendangan bebas pada menit ke-18. Skor 3-2 untuk keunggulan Indonesia lantas tidak berubah hingga turun minum.
 

Iran Selalu Mampu Mengejar Ketertinggalan


Memasuki babak kedua, Iran langsung menggempur lini pertahanan Indonesia dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat tendangan bebas Saeid Ahmad Abbasi pada menit ke-23.Tapi berselang satu menit, Indonesia bisa merestorasi keunggulan menjadi 4-3 melalui gol Samuel Eko.
 
Mulai merasa kesulitan menembus pertahanan Indonesia, Iran menerapkan permainan power play ketika laga menyisakan kurang lebih empat menit. Taktik itu membuat Iran menyamakan kedudukan menjadi 4-4 melalui gol Mahdi Karimi pada menit ke-37, dan laga dilanjutkan ke babak tambahan.
 
Indonesia sejatinya sempat unggul 5-4 ketika memainkan babak tambahan kedua lewat gol ketiga Israr Megantara pada menit ke-49. Namun tidak lama kemudian, Iran kembali mencetak gol penyeimbang lewat Salar Aghapour yang memanfaatkan skema power play pada menit ke-49. Dengan begitu, babak tambahan berakhir dengan skor 5-5 dan laga dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.
 
Saat adu tendangan penalti, Iran berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 setelah dua penendang Indonesia, Dewa Rizki dan Israr, gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Padahal, Indonesia sempat unggul lebih dulu setelah tembakan penendang pertama Iran, Shavardazi, terbaca oleh kiper Muhammad Nizar.
 

Indonesia Boleh Bangga sebagai Runner-up


Meski demikian, Timnas Futsal Indonesia boleh tetap berbangga dengan menjadi runner-up karena pencapaian ke final sudah menjadi rekor baru, dan untuk ke sana pun dilalui setelah menaklukkan tim-tim besar seperti Korea Selatan dan Jepang. Di sisi lain, Iran merupakan langganan juara dan edisi 2016 ini menjadi gelar ke-14 mereka di Piala Futsal Asia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan