Aortic dissection terjadi di daerah yang lemah pada dinding aorta. Tekanan darah tinggi yang kronis dapat menekan jaringan aorta, sehingga lebih mudah robek. (Foto: Averie Woddward/Unsplash.com)
Aortic dissection terjadi di daerah yang lemah pada dinding aorta. Tekanan darah tinggi yang kronis dapat menekan jaringan aorta, sehingga lebih mudah robek. (Foto: Averie Woddward/Unsplash.com)

Gejala dan Penyebab Aortic Dissection

Rona kesehatan
Raka Lestari • 08 Februari 2018 09:00
Jakarta: Aortic dissection adalah kondisi serius di mana lapisan dalam aorta, pembuluh darah besar bercabang dari jantung, sobek. Darah mengalir melalui sobekan tersebut menyebabkan lapisan dalam dan tengah aorta terpisah (dissect).
 
Jika saluran yang dipenuhi darah pecah melalui dinding aorta luar, aortic dissection bisa menyebabkan kematian. 
 
Aortic dissection relatif jarang terjadi. Kondisi ini paling sering terjadi pada pria berusia 60-an dan 70-an. Gejala aortic dissection mungkin serupa seperti penyakit lain, yang menyebabkan terkadang orang-orang menganggap tidak serius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ketika gejala aortic dissection dapat terdeteksi secara dini, dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
 
Gejala aortic dissection mungkin serupa dengan masalah jantung lainnya, seperti serangan jantung. Tanda dan gejala umumnya antara lain:
 
Gejala dan Penyebab Aortic Dissection
(Aortic dissection relatif jarang terjadi. Kondisi ini paling sering terjadi pada pria berusia 60-an dan 70-an. Foto: Ian Espinosa/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Mengenal Aorta Dissection)
 
1. Sakit dada atau punggung bagian atas yang mendadak, yang sering digambarkan seperti ada sesuatu yang disobek atau digunting, yang menjalar ke leher atau punggung bagian bawah
2. Sakit perut parah secara tiba-tiba
3. Hilang kesadaran
4. Sesak napas
5. Kesulitan berbicara, kehilangan penglihatan, kelemahan atau kelumpuhan dari satu sisi tubuh Anda, mirip dengan stroke
6. Nadi yang lemah
7. Sakit kaki
8. Kesulitan berjalan
9. Kelumpuhan kaki
 
Aortic dissection terjadi di daerah yang lemah pada dinding aorta. Tekanan darah tinggi yang kronis dapat menekan jaringan aorta, sehingga lebih mudah robek.
 
Anda juga bisa memiliki gen dengan kondisi yang berhubungan dengan aorta yang melemah dan membesar, seperti sindrom Marfan, katup aorta bikuspid atau kondisi langka lainnya yang terkait dengan melemahnya dinding pembuluh darah.
 
Meskipun jarang terjadi, aorta dissection juga dapat disebabkan oleh luka traumatis pada area dada, seperti saat kecelakaan kendaraan bermotor.
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif