Dikutip dari Science Daily di Swedia, sekitar 400-600 orang per tahun mengalami diseksi aorta toraks. (Foto: Whoislimos/Unsplash.com)
Dikutip dari Science Daily di Swedia, sekitar 400-600 orang per tahun mengalami diseksi aorta toraks. (Foto: Whoislimos/Unsplash.com)

Mengenal Aorta Dissection

Rona kesehatan
Raka Lestari • 06 Februari 2018 16:52
Jakarta: Aortic dissection atau diseksi aorta yang diderita oleh Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, adalah pecahnya pembuluh darah aorta dan dapat terjadi baik di dalam dada (toraks) dan perut. 
 
Pecahnya aneurisma aorta abdomen biasanya didahului dengan kalsifikasi aorta (aterosklerosis), sedangkan aortic dissection di dada tidak dikaitkan dengan kalsifikasi pada arteri utama.
 
Dikutip dari Science Daily di Swedia, sekitar 400-600 orang per tahun mengalami diseksi aorta toraks, kemungkinan jumlahnya lebih tinggi karena banyaknya jumlah kematian dan ada beberapa kasus dengan diagnosis yang kurang tepat. Penyakit ini turun menurun dan dapat mempengaruhi sekitar 20-25 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aorta dissection di dada adalah kondisi yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan segera, biasanya operasi darurat," kata Matias Hannuksela, dokter medis di Rumah Sakit Universitas Umeå Heart Center. 
 
Mengenal Aorta Dissection
 

(Sebuah ilustrasi tentang diseksi aorta (gambar a) dan gambar di sebelahnya (gambar b), adalah pembedahan aorta yang disebabkan ketika tiba-tiba pecah. Foto: Dok. Mattias Pettersson/Umeå University)
 
(Baca juga: 7 Orang Ini Lebih Rentan Mengalami Pembekuan Darah Abnormal)
 
"Aorta biasanya melebar sebelum dilakukan diseksi, namun orang-orang yang memiliki riwayat keturunan dengan penyakit ini dapat mengalami diseksi meskipun dengan aorta yang tidak terlalu lebar."
 
Matias Hannuksela juga menunjukkan bahwa untuk pemeriksaan, biasanya dalam bentuk pemeriksaan ultrasound dapat digunakan untuk menemukan pelebaran aorta yang tidak diketahui sebelumnya pada keluarga pasien yang terkena. Oleh karena itu, ia menyarankan pemeriksaan pada kerabat dekat dari orang-orang yang terkena aorta dissection toraks.
 
"Aku menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pada individu yang memiliki keturunan mengalami aorta dissection karena mereka memiliki genetik pembawa penyakit tersebut," kata Matias Hannuksela.
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif