NEWSTICKER
Bawang putih yang diyakini beberapa orang, mampu mengatasi masalah hipertensi khususnya dalam menjaga naiknya tekanan darah tinggi. (Ilustrasi/pexels)
Bawang putih yang diyakini beberapa orang, mampu mengatasi masalah hipertensi khususnya dalam menjaga naiknya tekanan darah tinggi. (Ilustrasi/pexels)

Obat Tradisional Mampu Tangani Hipertensi?

Rona hipertensi
Sunnaholomi Halakrispen • 29 Februari 2020 11:02
Jakarta: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang berisiko mematikan jika tidak diobati dengan tepat. Sementara, obat tradisional masih dipercaya ampuh dalam menangani sejumlah penyakit.
 
Salah satunya, bawang putih yang diyakini beberapa orang, mampu mengatasi masalah hipertensi khususnya dalam menjaga naiknya tekanan darah tinggi. Apakah hal tersebut benar berdasarkan medis?
 
"Beberapa zat kayak bawang putih, timun, harus diperhatikan efek dari zat zat bahan tersebut," ujar dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K) di Kantor Sekretariat InaSH, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak ada yang salah jika zat-zat yang terkandung di dalam bahan tersebut dapat memberikan efek yang tepat yang dibutuhkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Jadi lebih banyak kencing, diuretik. 
 
"Salah satu jenis obat hipertensi obat diuretik, ginjal mengeluarkan volume tubuh dan natrium, jadi tensinya turun," paparnya.
 
Namun, apabila efek yang terjadi malah sebaliknya atau meningkatkan tekanan darah tinggi, maka akan berisiko berbahaya. Kondisi para penderita hipertensi yang mengonsumsinya akan memburuk.
 
Salah satunya, terjadi komplikasi dari hipertensi. Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. 
 
Risiko komplikasi akan meningkat dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya seperti kadar kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi (diabetes). Bila penderita hipertensi memiliki faktor-faktor resiko kardiovaskular lain, maka akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas akibat gangguan kardiovaskularnya tersebut.
 
Terjadinya hipertensi pertanda adanya organ yang mengalami kerusakan. Cara untuk mendeteksi kerusakan otak akibat hipertensi sulit dirasakan. "Jika usia muda, pola hidup sehat, bisa juga hipertensi. Terjadi asimtomatik atau tidak menyadari apapun padahal sudah terindikasi," jelas dr. Amanda.
 
"Jika sudah tahu ada hipertensi, walaupun belum ada keluhan, harus dicek apakah sudah terjadi kerusakan organ-organ tertentu. Uji kompetensi kognitif berkala," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif