Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss (Foto: AFP)
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss (Foto: AFP)

WHO Tanggapi Kasus Pasien Sembuh Covid-19 yang Terinfeksi Lagi

Rona WHO covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Agustus 2020 14:56
Jakarta: Peneliti di Hong Kong melaporkan terjadinya kasus pasien sembuh covid-19 yang terinfeksi kembali. Namun, Ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa tidak perlu mengambil kesimpulan apa pun dalam menanggapi kasus itu.
 
"Ada lebih dari 24 juta kasus yang dilaporkan hingga saat ini. Kita perlu melihat sesuatu seperti ini pada tingkat populasi," ujar Van Kerkhove pada konferensi pers di Jenewa ketika ditanya tentang masalah tersebut, dikutip dari CBC.
 
Misalnya, kata Kerkhove, penelitian yang melacak jumlah kasus yang lebih besar dari waktu ke waktu, diperlukan untuk lebih memahami seberapa kuat dan berapa lama respons antibodi penetral, terhadap virus pada orang yang telah pulih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Respons kekebalan juga melibatkan sejenis sel darah putih yang disebut sel T, yang dirancang untuk menyerang virus saat mereka bertemu virus itu untuk perlindungan yang lebih lama.
 
Kasus orang yang keluar dari rumah sakit dan dites positif lagi untuk infeksi covid-19 pernah dilaporkan di daratan Tiongkok. Namun, dalam kasus tersebut tidak jelas apakah mereka tertular virus lagi setelah sembuh total, seperti yang terjadi pada pasien di Hong Kong, atau masih memiliki virus di tubuh mereka dari infeksi awal covid-19.
 
Jumlah awal pasien di Tiongkok yang dites positif lagi setelah keluar dari rumah sakit adalah lima hingga 15 persen, kata Wang Guiqiang selaku Spesialis Penyakit Menular di kelompok ahli Tiongkok untuk pengobatan covid-19. Salah satu penjelasannya, virus masih ada di paru-paru pasien tetapi tidak terdeteksi pada sampel yang diambil dari bagian atas saluran pernapasan.
 
Penyebab lain yang mungkin terjadi ialah sensitivitas tes yang rendah dan kekebalan yang lemah. Sehingga dapat mengarah pada hasil positif yang terus-menerus. Sementara menurut Ahli dan Konsultan di Proyek Genom covid-19 di Institut Wellcome Sanger Inggris, Jeffrey Barrett, sangat sulit untuk membuat kesimpulan yang kuat dari satu pengamatan.
 
"Mengingat jumlah infeksi global hingga saat ini, melihat satu kasus infeksi ulang tidaklah mengherankan meskipun itu kejadian yang sangat jarang," tutur Barrett.
 
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Tim To telah memiliki bukti infeksi ulang yang lebih kuat daripada beberapa laporan sebelumnya. Sebab, mereka menggunakan urutan genom virus untuk memisahkan dua infeksi.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif