Melansir Antara, Jumat, 23 Januari 2026, selain menyoroti penanganan pandemi, AS juga menilai WHO tidak berhasil melakukan reformasi internal serta rentan terhadap pengaruh politik dari sejumlah negara anggota.
Langkah ini sekaligus mempertegas arah kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang skeptis terhadap kerja sama multilateral.
Janji kampanye Trump direalisasikan
Pengunduran diri AS dari WHO merupakan realisasi janji kampanye Donald Trump. Dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, Trump langsung memerintahkan proses keluar dari WHO dimulai.| Baca juga: Data WHO: 1 dari 7 Remaja di Dunia Hadapi Tantangan Kesehatan Mental |
Langkah ini mengulang kebijakan serupa yang pernah ditempuh Trump pada periode kepemimpinan sebelumnya.
Selain WHO, negeri Paman Sam itu juga kembali menarik diri dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim.
Dampak besar bagi upaya kesehatan global
Mundurnya AS dari WHO dipastikan membawa dampak signifikan bagi upaya global dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Selama puluhan tahun, AS dikenal sebagai kontributor finansial terbesar bagi WHO.Organisasi kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu bermarkas di Jenewa dan memiliki lebih dari 190 negara anggota. WHO selama ini berperan penting dalam menyusun kebijakan kesehatan global yang terkoordinasi.
Dalam proses pembatalan keanggotaan yang berlangsung selama setahun terakhir, pemerintahan Trump telah menghentikan seluruh pendanaan untuk WHO.
Selain itu, semua pejabat AS yang sebelumnya bertugas di WHO ditarik, dan aktivitas kerja sama dialihkan ke pendekatan bilateral dengan negara atau organisasi lain.
Sejak saat ini, hubungan AS dengan WHO akan berlangsung secara terbatas dan hanya difokuskan pada penyelesaian administrasi pengunduran diri.
Meski proses pengunduran diri telah diumumkan rampung, pembatalan keanggotaan WHO tetap mensyaratkan pemberitahuan resmi dan pelunasan seluruh kewajiban finansial. AS diketahui telah mengajukan pemberitahuan tersebut pada tahun lalu.
Namun, menurut WHO, hingga kini AS masih memiliki tunggakan iuran keanggotaan untuk tahun 2024 dan 2025 dengan total mencapai USD260 juta.
Atas kondisi tersebut, WHO menyatakan akan membahas sah atau tidaknya pengunduran diri AS dalam rapat organisasi pada Februari mendatang serta dalam agenda lain yang relevan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News