Ilustrasi (Medcom.id/Mohammad Rizal)
Ilustrasi (Medcom.id/Mohammad Rizal)

Ini Tips Penanganan Cedera Saat Berolahraga

Rona olahraga tips kesehatan tips berolahraga
Rendy Renuki H • 14 Februari 2021 17:48
Jakarta: Berolahraga merupakan aktifitas fisik yang berkaitan dengan pola hidup sehat. Dalam berolahraga, salah satu hal yang harus dihindari adalah timbulnya cedera.
 
Hal ini dapat terjadi pada siapapun, baik tua maupun muda bahkan sekelas profesional sekalipun. Beberapa cedera yang biasa dialami saat berolahraga antara lain cedera lutut, cedera bahu, cedera tulang kering, otot tertarik, hingga patah tulang.
 
"Ada beberapa faktor terjadinya cedera. Selain faktor individu, penyebabnya dapat pula melalui sarana berolahraga dan jenis olahraga yang dilakukan. Umumnya cedera meliput wilayah otot dan tulang," kata Dokter spesialis orthopedi Siloam Hospitals Bali, dr. Made Bhawana Wijaya, dikutip Minggu 14 Februari 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain faktor penyebabnya, tiga klasifikasi cedera yang didapat ketika melakukan kegiatan yakni klarifikasi berdasarkan waktu, dan tingkat cedera dan berdasarkan jaringan yang terkena, baik jaringan lunak maupun jaringan keras. 

Jenis dan Penanganan Cedera

Agar tidak terjadi cedera sebaiknya lakukan beberapa pencegahan sebelum berolahraga. Sebaiknya keseimbangan berolahraga disesuaikan dengan tubuh, dan melakukan pemanasan serta ditutup melakukan gerak pendingin pasca berolahraga. 
 
Kenali kemampuan tubuh sebelum berolahraga, lalu melakukan pemanasan. Biasakan dengan streching sebelum memulai secara bertahap dengan melakukan variasi dalam melakukan latihan. 
 
Penanganan dalam mengatasi cedera bisa dilakukan dengan metode RICE. Yaitu Rest (lakukan istirahat pada tubuh), Ice Packs (lakukan selama 15-20 menit), Compress (lakukan pengompresan dengan plastik atau bahan yang elastis), dan Elevate (Meninggikan pergelangan kaki diatas posisi jantung).
 
Selain metode tadi bisa juga dilakukan pemeriksaan tambahan seperti, X-ray, CT-scan, MRI dan treatment yang tepat.
 
Dalam hal berolahraga banyak cedera terjadi pada bagian atas tubuh seperti halnya bahu. Hal ini disebabkan karena bahu merupakan sendi yang geraknya paling bebas, namun sendi bahu adalah yang tidak stabil dan rentan mengalami cedera.
 
Beberapa jenis cedera bahu akibat olahraga tersebut adalah cedera bahu ringan, yang dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi.
 
Sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan beristirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.
 
Jika cedera bahu dengan kondisi seperti robeknya otot, pasien memerlukan diagnosa dan penanganan lebih lanjut. Dan jika kondisi sudah sangat serius, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Berikut ini beberapa jenis cedera yang kerap terjadi saat melakukan kegiatan berolahraga:

1. Benturan
Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengaan perdarahan disebut memar.
 
2. Dislokasi
Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.
 
3. Strain
Merupakan kerusakan yang terjadi pada otot dan/atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan.
 
4. Patah tulang
Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.
 
5. Kram otot
Merupakan kelainan pada otot akibat gangguan sirkulasi darah.
 
6. Sengatan panas
Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak.
 
(ACF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif