Jakarta: Bila Anda tiba-tiba melihat gambaran titik-titik hitam atau benang-benang di penglihatan Anda, Anda tidak perlu panik. Dokter Spesialis Mata, dr. Joshua Lumbantobing, menyatakan bahwa kejadian ini sering disebut sebagai floaters.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Munculnya floaters berkaitan dengan anatomi mata. Di bagian belakang mata, terdapat komponen menyeruapi gel yang disebut dengan vitreus. Komponen inilah yang mengisi sebagian besar area dalam rongga mata.
“Mata itu kan seperti bola yang di bagian depannya ada kornea, di tengahnya ada iris, kemudian ada lensa, retina, dan jangan lupa ada vitreus. Vitreus yang menjaga bola mata itu tetap bulat dan padat, dikarenakan ada komponen menyerupai gel di dalam mata,” tuturnya pada Medcom.id di Jakarta.
Berbicara mengenai gel, dr. Joshua mengajak Anda untuk membayangkan vitreus seperti agar-agar yang perlahan-perlahan dapat berubah konsistensinya menjadi lebih cair seiring bertambahnya usia.
Pencairan inilah membuat timbulnya keluhan seperti adanya bintik-bintik atau benang-benang di pengelihatan Anda. “Floaters adalah bagian dari pencarian itu,” tuturnya.
"Dia kalau kita gerakan mata atau kepala akan bergerak mengikuti, seperti terapung," lanjutnya.
(1).jpg)
(Titik-titik hitam di penglihatan Anda disebut floaters. Floaters seringkali tidak berbahaya, bila jumlahnya sedikit dan menetap. Foto: Pexels.com)
Floaters semacam ini biasanya disebut dengan floaters primer. Kejadian ini biasanya muncul seiring dengan bertambahnya usia dan terjadi pada orang-orang yang matanya rabun jauh (miopia atau minus).
“Floaters ada primer dan sekunder. Yang biasa datang keluhan yang pertama itu primer yang muncul karena vitreus tadi mencair. Muncul paling sering karena faktor usia. Selain itu, mata-mata yang ada minus, ini juga jadi potensi memunculkan floaters di usia yang lebih muda,” tuturnya.
Namun hal ini juga terjadi karena faktor lain seperti penyakit mata.
“Kalau floaters sekunder, umumnya muncul akibat penyakit pada mata yang menggangu komponen vitreus, misalnya pendarahan karena penyakit retina, atau karena peradangan dalam bola mata,” tuturnya.
Floaters seringkali tidak berbahaya, bila jumlahnya sedikit dan menetap. Namun, Anda sangat dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter mata bila floaters yang timbul dirasa mengganggu dan bertambah jumlahnya dengan cepat.
Untuk memastikan ada tidaknya masalah pada bola mata yang dapat membahayakan fungsi penglihatan ke depannya konsultasikan dengan dokter spesialis mata di beberapa rumah sakit seperti RS Mata JEC, Kedoya, Klinik Mata Nusantara Kebon Jeruk, Rumah Sakit Mata AINI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
