Jakarta: Dalam situasi tertentu, Anda pasti pernah merasakan hampa dan tidak bisa menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Padahal untuk mengatasi suatu kendala, Anda perlu mengetahui alasannya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Oleh karena itu, psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikolog dari Universitas Indonesia, Shahnaz Safitri, M.Psi., Psikolog menjelaskan mengapa rasa hampa tiba-tiba suka muncul.
Psikolog Shahnaz menyatakan seseorang merasa hampa karena dia menjalankan suatu hal yang dia sendiri tidak pahami arah tujuannya.
Sementara itu di balik tujuan sendiri tersimpan sebuah makna yang merupakan hal esensial bagi manusia dalam menajalani kehidupan.
“Empty itu sering kali muncul ketika menjalani rutinitas namun tidak tahu dengan pasti mengapa itu dijalanin. Hal yang hilang adalah tujuan, dan di balik tujuan akan ada makna,” tuturnya pada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.
Rasa hampa sifatnya personal dan bisa berkaitan dengan berbagai hal. Misalnya pekerjaan, cinta, hubungan pertemanan, pendidikan, dan masih banyak lagi.
.jpg)
(Psikolog Shahnaz menyatakan seseorang merasa hampa karena dia menjalankan suatu hal yang dia sendiri tidak pahami arah tujuannya. Foto: Pexels.com)
“Dalam hubungan juga bisa terjadi. Oke saya berhubungan dengan dia, namun tidak tahu mau bawa hubungan ke mana. Begitu juga dengan karier,” lanjutnya.
(Baca juga: Rutin Menangis Dapat Mengurangi Stres?)
Oleh karena itu, seseorang harus lebih sensitif dan fokus pada diri sendiri. Anda kenali diri Anda dan cari tahu apa yang diinginkan entah itu dalam karier, hubungan, pendidikan atau apapun itu.
“Ketika merasa empty, yang harus dilakukan adalah fokus ke diri sendiri. Emptiness merupakan pertanda, bahwa seseorang harus menggali lebih dalam ke diri sendiri. Memetakan kembali apa yang ingin dilakukan, mau ke mana, punya rencana apa, dan lain-lain,” tuturnya.
Tidak hanya itu, baiknya Anda tidak mencari pelarian karena hal tersebut akhirnya akan menimbulkan kehampaan yang lebih besar.
“Anak muda misalnya empty karena kerjaan lalu tiba-tiba sekolah lagi. Belum tentu sampai lulus tahu mau ngapain, malah semakin besar kesenjangannya. (Kesenjangan antara kondisi dirinya sekarang dengan apa yang sebenarnya diinginkan). Makin kerasa distance banget saat sekolah lagi ternyata tidak berkaitan dengan apa yang sebenarnya mau dilakukan,” tuturnya.
"Cari tahulah apa yang Anda tidak suka, dan apakah fungsi Anda sudah cocok di bidang tersebut. Telusurilah secara mendetail. Jangan langsung keluar,” tuturnya.
Dengan mengetahui akar permasalahan, Anda kemudian bisa mengetahui langkah apa yang perlu dilakukan untuk keluar dari kehampaan tersebut. Jangan biarkan rasa hampa tersebut terus berlarut dan menambahkan masalah yang lebih besar.

Shahnaz Safitri, M.Psi., Psikolog
Psikolog dan Dosen Fakultas Psikolog Universitas Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
