: Seiring dengan bertambahnya usia, bagian tubuh Anda akan mengalami perubahan. Salah satunya adalah penis.  (Foto: Pexels)
: Seiring dengan bertambahnya usia, bagian tubuh Anda akan mengalami perubahan. Salah satunya adalah penis. (Foto: Pexels)

Perubahan yang Terjadi pada Penis Seiring Bertambahnya Usia

Rona kesehatan organ intim
Raka Lestari • 03 Juli 2019 20:46
Bukan hanya bagian seperti rambut, kulit, hingga wajah yang berubah seiring bertambahnya usia, penis dan segala yang ada di sekitarnya juga akan berubah. Itu karena kadar testosteron menurun.
 
Jakarta: Seiring dengan bertambahnya usia, bagian tubuh Anda akan mengalami perubahan. Salah satunya adalah penis.
 
Pada umumnya, perubahan yang terjadi pada penis Anda dikendalikan oleh kadar testosterone Anda. Jumlah testosteron dalam tubuh Anda mungkin sedikit turun pada usia 20-an sampai 40-an, tetapi perubahannya tidak terlalu signifikan.
 
Saat kadar testosteron menurun, Anda akan melihat adanya perubahan-perubahan pada sistem reproduksi Anda. Berikut ini adalah beberapa perubahan yang terjadi:

-Rambut kemaluan

Sama seperti rambut-rambut pada bagian lain tubuh Anda, rambut kemaluan juga akan menjadi tipis dan mungkin juga menjadi beruban.

-Ukuran penis

Seiring dengan bertambahnya usia, Anda mungkin akan menyadari bahwa ukuran penis akan berubah. Ukuran sebenarnya mungkin tidak berubah sama sekali. Tetapi jika Anda memiliki lebih banyak lemak pada tulang kemaluan tepat di atas penis Anda, area itu bisa mengendur dan membuatnya terlihat lebih kecil.

-Bentuk penis

Bagi sebagian kecil pria, bentuk penis akan melengkung seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat memengaruhi panjang, ketebalan, dan fungsinya. Kondisi ini, disebut penyakit peyronie, disebabkan oleh trauma fisik biasanya terjadi saat berhubungan seks.

-Testis

Organ kecil yang terletak dalam skrotum Anda ini merupakan organ untuk membuat sperma. Saat kadar testosteron Anda turun, produksi sperma melambat dan menyusut. Jika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon, kelenjar pituitari akan berhenti mengirim sinyal ke testis Anda untuk membuat testosteron, dan mereka akan menyusut lebih banyak.

-Skrotum

Skrotum berfungsi untuk mengatur temperatur pada testis Anda. skrotum dilapisi dengan otot polos yang berfungsi untuk menarik testis mendekat ke tubuh agar tetap hangat. Seiring bertambahnya usia, otot-otot tersebut tidak bekerja secara maksimal sehingga posisi skrotum akan mengendur.

-Fungsi penis

Saraf pada penis Anda menjadi kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Ini dapat menyebabkan masalah pada gairah seksual Anda. Ketika kadar testosteron turun, disfungsi ereksi menjadi lebih mungkin terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengalami perubahan pada pola hubungan seksual dan organ seksual merupakan sesuatu yang normal dari pertambahan usia. Bicarakan hal tersebut dengan dokter Anda jika hal itu sangat mengganggu dan menghambat aktivitas Anda.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif