Jika jantung atau ginjal Anda terganggu, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan gagal jantung kongestif (Foto: Daria Shevtsova/Pexels)
Jika jantung atau ginjal Anda terganggu, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan gagal jantung kongestif (Foto: Daria Shevtsova/Pexels)

Mitos-mitos tentang Hidrasi Tubuh

Rona dehidrasi
Raka Lestari • 04 Oktober 2019 16:25
Jakarta: Menjaga hidrasi tubuh memang sangat penting. Namun bukan berarti Anda minum air putih secara berlebihan atau minum minuman yang memiliki elektrolit dalam jumlah banyak.
 
Anda hanya perlu minum air jika memang hal tersebut dibutuhkan tubuh karena tubuh mempunyai 'alarm' sendiri yang membuat Anda mengetahui kapan harus minum dan tidak. Banyaknya informasi yang kurang tepat juga membuat banyak orang salah mempersepsi mengenai cara menghidrasi tubuh.
 
Berikut ini adalah beberapa persepsi yang salah mengenai hidrasi pada tubuh Anda yang sebaiknya tidak dipercayai:

Jika Anda haus, itu berarti tanda dehidrasi

Dehidrasi adalah hilangnya air alami tubuh melalui keringat, air mata, dan pernapasan. Ginjal berfungsi untuk mengontrol keseimbangan air di tubuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika ginjal merasakan butuh air untuk menggantikan cairan yang hilang, ginjal akan mengirimkan pesan ke otak untuk minum lebih banyak air dengan membuat kita merasa haus," jelas spesialis ginjal Dara Huang, MD, pendiri New York Culinary Medicine.

Minum delapan gelas air per hari

Tidak diragukan lagi, minum cukup air itu penting. Tetapi kata Dr Huang, saran delapan gelas itu adalah mitos, dan itu bisa berbahaya.
 
"Jika jantung atau ginjal Anda terganggu, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan gagal jantung kongestif, edema paru, atau keracunan air. Dalam kasus ini, asupan cairan harus dibatasi, "jelasnya.
 
Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda. Sehingga tidak bisa disamakan kebutuhan minum setiap orang.

Air kelapa merupakan minuman terbaik

Air kelapa memang mengandung lebih sedikit kalori daripada cairan kaya kalium lainnya, tetapi itu tidak selalu merupakan pilihan terbaik Anda
 
"Untuk mencegah dehidrasi, minum air putih tidak masalah. Dan penting untuk mengetahui bahwa air kelapa bukan untuk semua orang. Ini dapat menyebabkan kadar kalium tinggi yang berbahaya pada mereka yang memiliki penyakit ginjal dan harus dihindari," kata Dr Huang.

Minuman elektrolit merupakan pilihan terbaik

Tania Dempsey, MD, dari Armonk Integrative Medicine menyarankan untuk berpikir dua kali sebelum Anda minum minuman elektrolit. Minyak hidrogenasi yang digunakan, bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gangguan tiroid.
 
"Selain itu, kandungan gula yang terdapat dalam minuman elektrolit juga tidak sehat dan dikaitkan dengan diabetes tipe 2," jelasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif