NEWSTICKER
Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Saat Korona Mewabah, Amankah Memesan Makanan via Online?

Rona Virus Korona virus corona covid-19 social distancing
Kumara Anggita • 18 Maret 2020 13:05
Jakarta: Virus korona baru atau covid-19 telah mengubah cara manusia beraktivitas. Tepatnya ketika pemerintah memberlakukan social distancing dan belajar serta bekerja dari rumah.
 
Tentu kebiasaan itu untuk sementara ditinggalkan. Biasanya orang kerja di kantor sekarang harus kerja dari rumah. Yang sebelumnya suka makan siang di resto atau kafe, sekarang pilih makan masakan orang tua. Yang sebelumnya suka jalan-jalan jadi harus bersantai dulu di dalam.
 
Tak ayal, keadaan ini membuat internet kian dibutuhkan masyarakat. Termasuk dalam memesan makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun apakah pesan makanan online adalah ide yang baik untuk dilakukan sekarang? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Parents:
 
Pesan makan secara online meminimalisir risiko Anda terkena virus korona, karena praktis Anda tidak keluar dan bertemu banyak orang. Kendati demikian, timbul pertanyaan bagaimana dengan orang yang memasak, menyiapkan, dan mengantarkan makanan yang kami pesan?
 
Hingga saat ini, informasi tentang Covid-19 dari World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak menyertakan saran tentang apakah aman atau tidak aman bagi orang untuk memesan melalui pengiriman makanan.
 
"Untuk alasan ini, sangat penting untuk mengetahui rekomendasi kesehatan masyarakat di komunitas Anda," ujar Craig Hedberg, PhD, seorang profesor dan ahli di University of Minnesota tentang penyakit yang ditularkan melalui makanan, kepada Health.
 
"Apa yang masuk akal di Minneapolis mungkin berbeda dari apa yang masuk akal di Seattle, dan apa yang masuk akal hari ini mungkin tidak masuk akal besok," kata Hedberg.
 
Namun, Hedberg mengungkapkan bahwa layanan pengiriman makanan mengurangi peluang orang untuk terpapar covid-19.
 
"Menunggu dalam antrean untuk sebuah meja, duduk di meja ke ruang makan, atau duduk dengan kelompok besar adalah peluang untuk terpapar virus yang mungkin dibawa oleh orang lain," katanya.
 
Namun, baiknya orang yang mengantar makanan harus mengikuti praktik kebersihan yang aman dan berada dalam kesehatan yang baik. Ketika sampai pada persiapan makanan, Hedberg mengatakan tidak ada bukti bahwa virus korona dapat ditularkan melalui makanan.
 
Menurut CDC, virus itu menyebar melalui percikan. Dari batuk atau bersin, ke hidung atau mata orang lain.
 
Selain itu, Pakar keamanan pangan Benjamin Chapman, PhD, seorang profesor di North Carolina State University, percaya kemungkinan tertular virus corona tidak tinggi jika Anda memesan makanan secara daring.
 
"Karena makanan atau kemasan makanan belum diidentifikasi sebagai faktor risiko penularan Covid-19, saya akan mengatakan risikonya sangat rendah," kata Chapman kepada Health.
 
"Dan berita yang lebih baik adalah bahwa penerima pengiriman dapat mengurangi risiko penularannya dengan mencuci tangan yang baik atau menggunakan setidaknya 60% pembersih tangan berbahan dasar alkohol," kata Chapman.
 
Bahkan jika ada semacam kontaminasi virus di paket, menurut Chapman, Anda dapat memutus rantai transmisi dengan langkah kebersihan tangan ini.
 
"Jika Anda bosan makan di rumah, Anda masih bisa makan di luar. Makan di restoran bisa aman di sebagian besar pengaturan," saran Hedberg.
 
Akan tetapi sesuai saran dari CDC, orang-orang yang berisiko tinggi sakit parah (seperti orang tua dan orang sakit kronis) harus tetap berada di rumah dan menghindari pengaturan publik, termasuk restoran. Dan jika Anda merasa sakit, jangan pergi ke mana pun.
 
“Ini adalah tanggung jawab utama bagi semua orang, seperti halnya mencuci tangan,” tutup Herdberg.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif