Dr. Diah juga menegaskan bahwa pasien novel coronavirus ini bisa sembuh. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Dr. Diah juga menegaskan bahwa pasien novel coronavirus ini bisa sembuh. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Pasien Novel Coronavirus bisa Sembuh dan Normal Kembali

Rona Virus Korona Coronavirus virus corona
Raka Lestari • 05 Februari 2020 11:38
Jakarta: Novel coronavirus (2019 nCov) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019. Virus ini kemudian menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan berbagai negara. Penularan antar manusia yang terjadi masih terbatas pada keluarga pasien, petugas kesehatan yang merawat pasien, dan kontak erat dengan kasus konfirmasi.
 
Gejala umum dari penyakit ini berupa demam dengan suhu 38 derajat Celcius atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat, yaitu pneumonia dengan gejala seperti demam, batuk berdahak, dan sesak napas.
 
“Beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakit lain yang sudah ada,” ujar dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp. P(K), dokter spesialis paru RSUI dalam acara Media Briefing terkait virus korona, di kawasan Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 4 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prosedur yang dilakukan terhadap pasien yang diduga mengidap virus korona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya adalah agar penularan ke orang lain dapat dicegah, menurut dr. Diah.
 
“Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, maka pasien akan mendapatkan terapi suportif untuk gejalanya disertai dukungan makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus tersebut.”
 
Dr. Diah juga menegaskan bahwa pasien novel coronavirus ini bisa sembuh. “Ini pada dasarnya virus. Badan kita memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan virus itu sendiri asal kondisi imun kita optimal. Agar optimal, yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga agar cairan tubuh cukup, makanan cukup. Kalaupun ada batuk diberikan obat batuk agar mengurangi frekuensi batuknya,” jelas dr. Diah.
 
“Atau kalau merasa sesak, biasanya karena ada dahak sebaiknya diberikan obat pengencer dahak supaya dahak itu bisa dikeluarkan sehingga paru-paru tetap dalam keadaan baik,” tambah dr. Diah. “Dengan terapi suportif seperti itu maka jumlah virusnya akan habis sendiri, akan mati sendiri.”
 
Lalu apakah pasien yang sudah sembuh tersebut bisa kembali terkena virus korona kembali? Menurut dr. Diah, sampai saat ini belum ada yang menyatakan bahwa kalau sudah terkena virus maka tidak akan bisa terkena.
 
“Kemungkinan kena lagi tetap ada, tetapi jika pasien sudah sembuh, biasanya akan dihindari kontak dengan orang sakit dan dijauhkan dari area atau tempat-tempat yang berisiko,” tutupnya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif