Finansial sustainbility dalam jaminan kesehatan selalu menjadi tantangan terbesar. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Finansial sustainbility dalam jaminan kesehatan selalu menjadi tantangan terbesar. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Jaminan Kesehatan di Asia Pasifik Beri Masukan untuk Indonesia

Rona Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Sunnaholomi Halakrispen • 21 November 2019 15:20
Jakarta: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari sejumlah negara di Asia Pasifik memberikan masukan untuk JKN Indonesia. Salah satunya terkait permasalahan finansial yang dinilai memang selalu menjadi tantangan.
 
"Hampir semua negara-negara yang telah menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional pasti mengalami defisit pada awal-awal penerapannya," ujar Associate Proffesor Saw Hocl School of Public Healh, NUS Dr Jeremy Lim, dalam penyelenggaraan Asia Pacific Future Trends Forum Ke-12 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019.
 
Jeremy menekankan, finansial sustainbility selalu menjadi tantangan terbesar. Lantaran demikian, penting untuk mencari dan menyusun skema pembiayaan yang lebih berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jeremy juga menyampaikan mengenai prioritas masyarakat yang ditanggung oleh JKN dan hal ini harus diperhatikan. Pemerintah harus membuat desain sedemikian rupa agar diketahui secara jelas tentang apa saja target dan bagaimana sistem pengerjaannya.
 
Jaminan Kesehatan di Asia Pasifik Beri Masukan untuk Indonesia
(Indonesia bisa turut serta saling tukar pengalaman dengan negara sekitar yang berhasil menjalankan program JKN di negara-negara lain/Universal Health Coverage (UHC). Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
"Ada beberapa hal untuk prioritas, mulai dari populasi mana yang terlebih dahulu dicover. Kemudian terkait dengan pelayanan yang diberikan, semua ini akan terus berganti tergantung dari kondisi ekonomi dan kemauan dari pemerintah," tuturnya.
 
Riset keuangan menjadi hal penting yang tak boleh dihindari. Masukan selanjutnya, yakni tentang program dengan negara lain, semacam studi banding.
 
Indonesia bisa turut serta saling tukar pengalaman dengan negara sekitar yang berhasil menjalankan program JKN di negara-negara tersebut. Sharing terhadap negara yang melakukan proses Universal Health Coverage (UHC).
 
Misalnya, memahami dan belajar dari kesuksesan terselenggaranya JKN di negara Asia Pasifik. Pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang terancang telah memberikan manfaat yang positif bagi masyarakatnya.
 
Menurutnya, banyak negara yang berorganisasi di bidang kesehatan dalam sisi coverage. Mereka bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi.
 
"Salah satu negara yang menerapkan sistem ini adalah Singapura, dan saat ini Filipina pun mulai menerapkan cara ini," pungkasnya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif