NEWSTICKER
Apa saja perbedaan antara USG dan CTG? Berikut informasi dari Co Founder & Chief Executive Officer Sehati Group, dr. Ari Waluyo, Sp.OG. (Foto: Pexels.com)
Apa saja perbedaan antara USG dan CTG? Berikut informasi dari Co Founder & Chief Executive Officer Sehati Group, dr. Ari Waluyo, Sp.OG. (Foto: Pexels.com)

Perbedaan USG dan CTG untuk Pemeriksaan Janin

Rona kehamilan Perbedaan USG dan CTG
Raka Lestari • 16 Desember 2019 20:05
Jakarta: USG atau Ultrasonografi merupakan teknologi di bidang kesehatan yang sudah cukup familiar, terutama bagi ibu hamil. Meskipun memang manfaat USG sendiri tidak hanya terbatas pada pengecekan kehamilan.
 
Dan seiring dengan perkembangan teknologi, metode Kardio Topografi (CTG) juga sudah banyak digunakan dalam pemeriksaan kehamilan.
 
Meskipun memang, masih banyak yang belum mengetahui perbedaan antara USG dan CTG itu sendiri. Co Founder & Chief Executive Officer Sehati Group, dr. Ari Waluyo, Sp.OG menjelaskan bahwa CTG adalah alat yang dapat menunjukkan gerak rahim dengan denyut jantung pada bayi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fungsinya untuk memeriksa jika ada suatu hal yang tidak diinginkan selama kehamilan.
 
“CTG itu dimiliki oleh dokter kandungan tapi bisa juga dilakukan oleh bidan. Masa pelatihannya pun tidak terlau lama. CTG ini bisa melihat kondisi kontraksi kalau anak tersebut prematur. Atau ada kondisi berbahaya pada bayi contohnya saat plasentanya lepas,” ujar dr. Ari dalam acara konferensi pers mengenai peran TeleCTG bagi ibu hamil, di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 16 Desember 2019.
 
Perbedaan USG dan CTG untuk Pemeriksaan Janin
(CTG adalah alat yang dapat menunjukkan gerak rahim dengan denyut jantung pada bayi kondisi kontraksi dan prematur. Foto: Pexels.com)
 
Ia juga menambahkan bahwa pada umumnya alat USG memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan CTG. Selain itu, USG juga membutuhkam pendidikan yang cukup panjang untuk mengoperasikannya.
 
“Fungsi utama USG itu untuk melihat morfologi, jenis kelamin maupun adanya kelainan dalam janin yang dikandung.”
 
Dr. Ari juga menambahkan bahwa peranan CTG dalam dunia medis sangatlah besar. “Mengingat saat ini masih banyak desa atau daerah-daerah tertinggal yang masih belum memiliki cukup dokter spesialis, saat ini hadirlah CTG berbasis online untuk menjangkau tempat terpencil,” katanya.
 
“Masih banyak wilayah di Indonesia yang sulit mendapat pelayanan medis. TeleCTG hadir untuk menjangkau daerah tertinggal yang terhalang karena masalah geografi. TeleCTG ini bisa digunakan oleh para bidan dan efektif untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (Bayi) pada daerah tertinggal di Indonesia,” tambah dr. Ari.
 
Saat ini, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2015 menunjukkan jumlah AKI di Indonesia sebesar 305 jiwa per 100 ribu ibu.
 
Sedangkan SDKI 2017 mencatat AKB sebanyak 24 jiwa per 1.000 bayi. Angka kematian tersebut sebagian besar terjadi pada daerah tertinggal di Indonesia.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif