Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya (Foto: Dok Kemenkes)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya (Foto: Dok Kemenkes)

Pemda Bali Rancang Regulasi Kesehatan Pariwisata

Rona kunjungan kemenkes
A. Firdaus • 24 April 2019 08:10
Denpasar: Sebagai destinasi wisata favorit turis asing, Bali terus berbenah. Salah satunya pada bidang kesehatan. Di mana pemerintah daerah Bali sedang merancang peraturan tentang kesehatan pariwisata, atau lebih dikenal dengan Health Tourism.
 
Direktur Utama RSUD Bali Mandara dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro menjelaskan bagaimana usaha-usaha di Bali belum terintegerasi. Salah satunya usaha spa yang kian merebak.
 
“Untuk memadukan semua layanan kesehatan ini memang kita sedang buat Perda, misalnya Spa, mereka tersebar dan tidak terintegrasi namun sudah ada izin usaha,” kata dr Bagus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi membuat satu jejaring, diperlukan penyusunan regulasi. Sifatnya sangat penting. Sehingga layanan kesehatan yang berhubungan dengan kepariwisataan harus dipastikan dasar hukumnya juga. Dan, dr. Gede Bagus Darmayasa mengaku regulasi tersebut sedang dalam proses penyusunan.
 
“Kami sedang menyusun regulasinya, tahun ini. Nantinya mereka akan menjadi satu sistem layanan yang baik, termasuk layanan informasi dan marketting,” tutur dr Bagus.

Baca juga: Menkes Puji Produksi Alat Kesehatan dalam Negeri

Selain itu, upaya lain untuk memaksimalkan penyelenggaraan Health Tourism adalah dengan memaksimalkan fungsi rumah sakit. RSUD Bali Mandara yang sedang menargetkan akreditasi internasional itu konsen juga pada Health Tourism.
 
“Kita konsen dengan program health tourism. Bagaimana upaya promotif preventif di RSUD, standardisasi, dan Pergub pelayanan kesehatan tradisional,” ucap dr Bagus.
    
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan pelayanan kesehatan tradisional di Bali, seperti Spa, adalah layanan Spa terbaik di Asia. Ia mengaku pihaknya tengah mempersiapkan pula layanan dasar di Puskesmas di wilayah wisata.
 
“Ini (proses penyusunan regulasi health tourism) memerlukan waktu, kami harapkan masyarakat juga berperan dalam pelaksanaan regulasi ini,” tambah dr. Ketut.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif