Susu Mentah Lebih Baik, Mitos atau Fakta?
(Foto: Patch)
Jakarta: Mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi masih menjadi pro dan kontra. Tak sedikit orang menganggap itu lebih baik karena gizi dari susu tidak banyak hilang akibat dimasak.

Beberapa ahli gizi pun mengklaim tubuh mencernanya lebih baik. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dengan tegas menyangkal hal tersebut.

Menurut penelitian terbaru, susu yang tidak dipasteurisasi dan produk olahannya dapat menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh susu. 


Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, menganalisis data wabah pada periode 2009 hingga 2014. Para peneliti melacak 87 wabah keracunan makanan yang melibatkan bakteri jahat seperti E. coli, salmonella, campylobacter, dan listeria. 

Mereka menemukan, bahwa raw milk dan produk turunannya menyebabkan penyakit. 

Rata-rata, susu mentah memicu 760 kasus keracunan makanan per tahun, dan sekitar 22 kasus memerlukan rawat inap.

Dikutip dari Reader's Digest, permintaan konsumen untuk makanan organik dan alami memang meningkat. Namun, beberapa produk makanan alami tidak selalu lebih aman daripada yang konvensional, sebagaimana dibuktikan oleh tingginya tingkat penyakit yang ditularkan melalui makanan yang terkait dengan produk susu yang tidak dipasteurisasi. 

Menurut CDC, tidak ada manfaat kesehatan dari minum susu mentah.

Lihat video:





(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id