Kadar Homocysteine yang Tinggi Picu Serangan Jantung dan Demensia

Torie Natalova 22 Oktober 2018 07:00 WIB
demensia
Kadar <i>Homocysteine</i> yang Tinggi Picu Serangan Jantung dan Demensia
Kadar homocysteine yang terlalu tinggi, dapat memicu banyak masalah kesehatan termasuk autoimunitas dan peradangan kronis. (Foto: Gabrielle Cole/Unsplash.com)
Jakarta: Homocysteine adalah asam amino dalam tubuh yang dimiliki oleh setiap orang. Ketika kadar asam amino ini terlalu tinggi, maka homocysteine dikaitkan dengan penyakit autoimun, jantung dan penyakit lainnya.

Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Jika ada yang salah dengan proses metilasi, Anda mungkin tidak akan merasakan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Mutasi gen metilasi seperti MTHFR berkaitan erat dengan masalah spektrum peradangan autoimun. Peningkatan kadar homocysteine ini dapat disebabkan oleh mutasi gen, obat-obatan, diet yang buruk, paparan racun, ketidakseimbangan hormon dan stres. 


Kadar homocysteine yang terlalu tinggi, dapat memicu banyak masalah kesehatan termasuk autoimunitas dan peradangan kronis.

(Baca juga: Dua Pola Hidup Sehat untuk Lawan Demensia)


(Homocysteine diatur selama proses metilasi yakni biokimia besar yang memastikan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, otak, sistem hormon dan usus. Foto: Christopher Campbell/Unsplash.com)

1. Homocysteine dan autoimunitas
Ketika proses metilasi tidak bekerja dengan benar, ini dapat memicu masalah autoimun. Kadar homocysteine yang tinggi berkaitan dengan penyakit autoimun yang sangat umum seperti penyakit Hashimoto, rheumatoid arthritis dan psoriasis.

2. Kadar homocysteine dan penyakit jantung
Tingkat homocysteine yang sangat tinggi berkaitan dengan penyakit arteri koroner dan risiko tinggi pengerasan arteri. Serangan jantung dan stroke dapat disebabkan oleh kondisi autoimun yang telah kita lihat juga dipengaruhi oleh kadar homocysteine.

3. Homocysteine dan penurunan kognitif
Kadar homocysteine yang tinggi juga dapat mempengaruhi otak karena dapat menjadi racun bagi neuron dan sel lainnya. Sel-sel tua dan rusak disingkirkan dari sistem tubuh untuk menghindari penyakit, kematian dini sel-sel sehat yang dapat memengaruhi tubuh dan otak secara negatif.

Menurunkan kadar homocysteine adalah langkah penting dalam melindungi otak dari Alzheimer dan bentuk lain dari demensia.

4. Tingkat homocysteine dan depresi
Homocysteine juga dapat memengaruhi otak secara emosional dengan meningkatkan risiko depresi. Berbagai penelitian menghubungkan depresi dengan tingkat homocysteine yang tinggi karena berkaitan dengan rendahnya kadar serotonin.

Beberapa penelitian juga mengatakan tingkat homocysteine yang tinggi pada wanita usai melahirkan adalah faktor terbesar depresi pascamelahirkan.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id