Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. (Ilustrasi/Pexels)
Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Anak Anda Tumbuh dengan Baik?

Rona stunting
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Agustus 2020 14:01
Jakarta: Stunting merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang menjadi masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, angka stunting sebanyak 27.67 persen atau sekitar 1 dari 4 anak di bawah usia lima tahun tidak tumbuh ideal.
 
Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani, anak beresiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal, serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerja di masa depan.
 
"Tanpa nutrisi yang tepat dan adekuat, pertumbuhan yang kurang baik atau bahkan terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak," ujar Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), selaku Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik di RS Pantai Indah Kapuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Sebab, pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain gen, hormon, dan nutrisi.
 
"Penting bagi orang tua dalam mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang, demi masa depan anak. Orang tua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat dan adekuat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada di masa depan," imbuhnya.
 
Kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan kepada 1221 orang tua di Indonesia mengungkapkan bahwa 56 persen responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur. 
 
Sepertiga orang tua tidak mengukur tinggi anak secara teratur, karena faktor ketidaktersediaan instrumen pengukuran yang sesuai. Maka dari itu, untuk membantu orang tua mengenali tanda-tanda kekurangan gizi dan menjaga pertumbuhan anak tetap pada jalurnya, Abbott meluncurkan Growthpedia. Merupakan alat pengukur tinggi badan dan penyedia kiat gizi online yang difokuskan untuk mendukung orang tua dalam membantu anak tumbuh optimal.
 
"Kurangnya pemahaman orang tua tentang bagaimana melakukan pengukuran tinggi badan anak, merupakan indikator untuk mengetahui apakah seorang anak tumbuh dengan tinggi dan berat yang tepat, serta apakah anak mendapatkan nutrisi yang cukup," tutur Angelico Escobar, Head of Abbott Nutrition International (ANI).
 
"Dengan menyediakan teknologi praktis seperti Growthpedia, orang tua dapat memantau pertumbuhan anak mereka dengan nyaman menggunakan perangkat elektronik apa pun di rumah dan pada saat yang sama mendapatkan tips tentang nutrisi dan makanan bergizi untuk membantu anak-anak mereka tetap aktif dan sehat," tambahnya.
 
Alat ukur digital Growthpedia menawarkan dua pilihan bagi orang tua untuk mengukur dan melacak pertumbuhan anak mereka, yakni Growth Tracker dan Filter Growth Augmented Reality (AR) dalam filter Instagram.
 
Growth Tracker memungkinkan orang tua untuk memasukkan data tinggi badan, berat badan, tinggi, dan tanggal lahir anak mereka untuk melihat status pertumbuhan anak dan rekomendasi nutrisi yang sesuai. Sedangkan Filter Growth Augmented Reality (AR) dalam filter Instagram, orang tua dapat memeriksa status pertumbuhan anak dan berbagi langsung di halaman media sosial mereka.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif