Udara dingin bisa bikin pilek? Berikut informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Udara dingin bisa bikin pilek? Berikut informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Udara Dingin Sering Bikin Pilek

Rona udara dingin bikin pilek
Anda Nurlaila • 17 Juli 2019 14:15
Udara dingin dan kering menstimulasi saraf di dalam hidung yang mengirimkan pesan melalui saraf ke otak. Otak kemudian merespons impuls ini dengan meningkatkan aliran darah ke hidung, membuat pembuluh darah membesar dan menghangatkan udara yang melewatinya. Tetapi proses ini juga memicu hidung menghasilkan lebih banyak sekresi melalui kelenjar lendir.
 

 
Jakarta: Cuaca dingin membuat sebagian orang mengalami pilek. Beberapa gejalanya adalah hidung berair, tersumbat dan bahkan menyebabkan bersin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi rinitis akibat udara dingin atau hidung pemain ski ini dialami sekitar 50-90 persen orang. Penderita asma, eksem, dan demam tampaknya lebih sering mengalaminya. Ini juga bisa terjadi pada cuaca dingin atau kondisi yang dingin setelah hujan.
 
Mengutip The Conversation, hidung menghirup udara dalam keadaan hangat dan basah sehingga ketika sampai ke paru-paru tidak mengiritasi sel.
 
Ketika menghirup udara melalui hidung pada suhu dingin, udara di bagian belakang hidung biasanya sekitar 26  hingga 30 °C. Kelembapan udara di belakang hidung biasanya sekitar 100 persen, terlepas dari seberapa dingin udara yang kita hirup.
 
Ini menunjukkan hidung sangat efektif untuk memastikan udara yang kita hirup menjadi hangat dan basah sebelum mencapai paru-paru.
 
Udara Dingin Sering Bikin Pilek
(Udara dingin dan kering menstimulasi saraf di dalam hidung yang mengirimkan pesan melalui saraf ke otak. Tak jarang kita cepat merasa pilek karena hal tersebut. Foto: Pexels.com)

Udara dingin meningkatkan aliran darah ke hidung

Udara dingin dan kering menstimulasi saraf di dalam hidung yang mengirimkan pesan melalui saraf ke otak. Otak kemudian merespons impuls ini dengan meningkatkan aliran darah ke hidung, membuat pembuluh darah membesar dan menghangatkan udara yang melewatinya.
 
Tetapi proses ini juga memicu hidung menghasilkan lebih banyak sekresi melalui kelenjar lendir untuk memberikan kelembapan pada udara yang masuk.
 
Di samping itu udara kering dan dingin merangsang sel-sel sistem kekebalan tubuh atau mast di hidung. Sel-sel ini memicu produksi lebih banyak cairan di hidung untuk membuat udara lebih lembap. Diperkirakan, setiap orang dapat kehilangan hingga 300-400 mL cairan setiap hari melalui hidung saat melakukan fungsi ini.
 
Hidung yang menghangatkan udara di rongga hidung membuat lapisan rongga hidung lebih dingin daripada suhu tubuh. Pada saat yang sama, air menguap untuk menjaga kelembapan.
 
Penguapan air membutuhkan banyak panas mengambil panas dari hidung sehingga membuatnya lebih dingin. Jadi, ini merupakan tindakan tubuh untuk menyeimbangkan agar panas dan kelembapan dalam hidung.
 
Saat kelembapan melebihi kebutuhan, udara dingin akan menetes dari hidung. Sel mast biasanya lebih sensitif pada penderita asma dan alergi, dan perubahan pembuluh darah lebih reaktif pada mereka yang sensitif terhadap iritasi lingkungan dan perubahan suhu. Jadi hidung tersumbat dan bahkan bersin bisa dipicu oleh udara dingin.
 
Perawatannya biasanya dengan tisu atau sapu tangan. Antikolinergik untuk memblokir impuls saraf dan semprotan antiinflamasi seperti Atropin dan Ipratropium dalam beberapa ujicoba dapat meredakan kondisi ini.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif