Pentingnya Lemak dalam Diet Keto
Pada diet keto, Anda makan lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat. (Foto: Mariana Medvedeva/Unsplash.com)
Jakarta: Masih ingat tentang metode diet rendah lemak? Diet ini disebut-sebut merupakan cara menurunkan berat badan dengan mudah dan bonus lainnya yakni mendapatkan kesehatan yang lebih baik.

Seiring dengan penelitian yang telah menunjukkan penurunan berat badan lebih efektif dicapai dengan rendah makan rendah lemak, rendah karbohidrat, orang yang sadar dengan kesehatan menyadari pentingnya lemak.

Namun, lemak yang dimaksud adalah lemak sehat yang terdapat dalam makanan seperti ikan, alpukat dan minyak zaitun. Ini mengembalikan tren pola makan yang disebut diet ketogenik atau keto.



(Seiring dengan penelitian yang telah menunjukkan penurunan berat badan lebih efektif dicapai dengan rendah makan rendah lemak, rendah karbohidrat, orang yang sadar dengan kesehatan menyadari pentingnya lemak. Foto: Toa Heftiba/Unsplash.com)

Apa itu diet keto?

Pada diet keto, Anda makan lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat. 80 persen dari diet terdiri dari lemak, 15 persen adalah protein dan hanya 5 persen kalori berasal dari karbohidrat.

(Baca juga: Melakukan Diet Bukan Berarti Tidak Makan)

Diet keto membatasi karbohidrat karena sumber bahan bakar pilihan tubuh adalah karbohidrat, jadi itu akan selalu menjadi yang pertama berubah.

Jika Anda mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat, tubuh akan membakarnya lebih cepat dan harus mulai memecah lemak untuk energi. Saat ini terjadi, tubuh memasuki keadaan ketosis.

Apakah diet keto efektif menurunkan berat badan?

Menurut sebuah penelitian di Spanyol, diet ini dapat menurunkan berat badan. Para peserta uji coba diet keto kehilangan rata-rata 40 pon selama empat bulan melakukan diet ini. Tak hanya itu, idet ini menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Tetapi, tidak semua penelitian mengatakan hal yang sama. Sebuah penelitian dari American Society for Clinical Nutrition menemukan bahwa mereka yang menjalani diet tidak kehilangan berat badan lebih banyak daripada mereka yang menjalani diet non keto.

Tapi, pelaku diet non keto memiliki mood yang lebih buruk dan tingkat peradangan lebih tinggi yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan kanker.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id