Setelah seorang wanita mengalami menopause, biasanya akan ada beberapa keluhan terkait kesehatan yang dialami oleh para wanita. (Ilustrasi/Pexels)
Setelah seorang wanita mengalami menopause, biasanya akan ada beberapa keluhan terkait kesehatan yang dialami oleh para wanita. (Ilustrasi/Pexels)

Beberapa Risiko Kesehatan yang Muncul Setelah Menopause

Rona menopause
Raka Lestari • 07 Februari 2020 12:02
Jakarta:  Menopause merupakan suatu kondisi yang dialami oleh hampir sebagian besar wanita. Dan menopause merupakan salah satu hal yang tidak bisa dikontrol.
 
Setelah seorang wanita mengalami menopause, biasanya akan ada beberapa keluhan terkait kesehatan yang dialami oleh para wanita.
 
Berikut ini adalah risiko kesehatan yang mungkin bisa terjadi setelah wanita mengalami menopause, seperti dimuat thehealthy:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Osteoporosis
 
Estrogen memainkan peran besar dalam menjaga kepadatan tulang. Menurut survei International Osteoporosis Foundation terhadap wanita di 11 negara, sekitar 20 hingga 30 persen dari kehilangan tulang pada wanita terjadi dalam lima tahun pertama setelah menopause.
 
"Risiko osteoporosis sangat rendah sebelum menopause, namun setelah menopause kepadatan tulang mulai berkurang,” jelas Kevin Audlin, MD, seorang ginekolog di Mercy Medical Center di Baltimore.
 
Masalah pada gigi
 
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cleveland Clinic Journal of Medicine, gigi copot dan penyakit periodontal lebih sering dialami oleh wanita yang sudah menopause. “Selain itu, banyak wanita pascamenopause mencatat mulut kering, nyeri, atau perasaan seperti terbakar di sekitar gusi serta selera yang berubah untuk makanan asin, pedas, atau asam,” kata JoAnn V. Pinkerton, MD, direktur eksekutif Masyarakat Menopause Amerika Utara ( NAMS).
 
Sleep apnea
 
Menurut Dr Pinkerton, sleep apnea cukup umum dialami oleh wanita setelah menopause tetapi hampir 90 persen wanita yang mengalaminya tidak terdiagnosis. Tidak seperti pria, wanita mungkin tidak memiliki tanda-tanda khas gangguan tidur, seperti mendengkur, jeda napas, dan dan kantuk di siang hari yang berlebihan.
 
"Sebaliknya, mereka mungkin mengalami gejala atipikal seperti insomnia, sakit kepala di pagi hari, kelelahan, kelelahan, depresi, dan kecemasan," jelas Dr Pinkerton.
 
Kanker payudara
 
Kanker payudara lebih cenderung menyerang wanita pascamenopause daripada wanita yang lebih muda. "Faktor terbesar untuk kanker payudara yang bisa Anda kembalikan adalah masalahnkenaikan berat badan setelah menopause," kata Cynthia Geyer, MD, direktur medis Canyon Ranch di Lenox, Massachusetts.
 
Untuk mengurangi risiko kanker Anda, The American Cancer Society merekomendasikan 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif