Perokok aktif memiliki kondisi tubuh yang berbeda dibandingkan orang yang tidak merokok. (Ilustrasi/Pexels)
Perokok aktif memiliki kondisi tubuh yang berbeda dibandingkan orang yang tidak merokok. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Pengobatan Paru-paru bagi Perokok Aktif

Rona kesehatan paru-paru
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Januari 2020 18:04
Jakarta: Perokok aktif memiliki kondisi tubuh yang berbeda dibandingkan orang yang tidak merokok. Terutama, kondisi jantung dan paru-paru yang lebih buruk karena efek dari zat buruk di dalam rokok.
 
Maka demikian, sangat penting berhenti atau mengurangi konsumsi merokok. Hal itu disampaikan oleh Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
 
"Tentunya gunakan yang sudah direkomendasikan oleh WHO seperti program konseling. Psikoterapi itu yang tanpa obat, atau bisa juga datang ke puskesmas dan bisa ke rumah sakit," ujar Dr. Agus di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, dokter paru akan memberikan pelatihan dan terapi tambahan. Selain itu, juga diberikan obat untuk berhenti merokok yang telah direkomendasikan.
 
Program berhenti merokok berjalan selama tiga bulan dan dalam meningkatkan keberhasilan itu ada kombinasi. Di antaranya, konseling dan tambahan dalam bentuk obat yang diminum.
 
"Itu kita punya di Indonesia. Kalau di luar negeri ada yang ditempel dan ada spray, di Indonesia belum ada," akunya.
 
Obat khusus yang diminum para perokok biasanya diedarkan oleh dokter spesialis yang memiliki sertifikat pelatihan berhenti merokok. Dr. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah melatih dokter paru dan kini ada 100 lebih dokter paru yang bisa memberikan program tersebut di rumah sakit. 
 
"Fasilitas kesehatan primer hanya konseling, kadang psikoterapi. Namun beberapa fasilitas ada tambahan, seperti hipnoyerapi dan akupunktur, kalau obat berbentuk tablet diminum setiap hari," paparnya.
 
Perokok harus mengonsumsi obat itu minimal sebulan dan paling lama selama tiga bulan. Obatnya bermacam-macam, yakni obat fariniklin maupun nikotin replacement terapi (nrt). 
 
"Semua dengan resep dari dokter dan supervisi karena pasien mengalami ketagihan merokok maka bisa diatasi dengan pemberian obat, konseling, sampau ia berhenti. Datanglah ke dokter bukan beralih ke rokok elektronik," jelasnya.
 
Program tersebut akan membantu berhenti merokok dan keuntungannya risiko penyakit akan menurun dibanding tetap merokok. Kondisi paru-paru pun bisa kembali normal jika orang tersebut lebih dini behenti merokok.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif