Agar tidak mengganggu kenyamanan selama Anda selama hamil, berikut tips mengatasi agar Anda tak sering buang air kecil. (Foto: Irina Murza/Unplash.com)
Agar tidak mengganggu kenyamanan selama Anda selama hamil, berikut tips mengatasi agar Anda tak sering buang air kecil. (Foto: Irina Murza/Unplash.com)

Alasan Sering Buang Air Kecil Ketika Hamil

Rona kehamilan
10 Desember 2018 13:59
Jakarta: Mengapa saat hamil Anda lebih sering buang air kecil? Penyebabnya adalah perubahan hormonal, meningkatnya jumlah dan kecepatan darah yang beredar di tubuh, dan ukuran rahim yang membesar.  
 
Pada awal kehamilan Anda, perubahan hormonal membuat aliran darah ke ginjal menjadi lebih cepat.
 
Hasilnya pun kandung kemih jadi lebih sering penuh. Kemudian sisa metabolisme dari janin di dalam kandungan juga ikut dikeluarkan melalui urine Anda sehingga aliran darah dan produksi urine meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, rahim yang membesar memberikan tekanan pada kandung kemih. Dan saat janin di dalam kandungan berat badan yang bertambah besar bisa menekan kandung kemih sehingga membuat Anda sering buang air kecil, terutama di trimester pertama dan trimester terakhir kehamilan, seperti dilansir dari BabyCenter.
 
(Baca juga: Ini yang Terjadi di dalam Tubuh Selama Anda Hamil)
 

(Rahim yang membesar memberikan tekanan pada kandung kemih, membuat Anda sering buang air kecil. Foto: Arteida Mjeshtri/Unsplash.com)
 
Agar tidak mengganggu kenyamanan selama Anda beristirahat bisa melakukan dengan cara ini, yaitu:
 
- Hindari minuman diuretik
Anda yang sedang hamil hindari minuman dengan efek diuretik ringan, seperti teh dan kopi. Jika sering dikonsumsi akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
 
- Perhatikan posisi saat buang air kecil
Cobalah untuk condong ke depan saat sedang buang buang air kecil, hal ini akan membantu Anda mengosongkan kandung kemih secara maksimal.
 
- Konsumsi air putih
Cobalah minum air putih lebih sering pada siang hari, namun batasi asupan cairan beberapa jam sebelum tidur.
 
Jika selain gejala frekuensi lainnya meningkat, seperti urine tampak keruh, urine berbau kuat atau bahkan busuk, dan merasakan nyeri saat buang air kecil segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dikarenakan bisa membahayakan janin dalam kandungan.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi