Masyarakat diminta sebaiknya tidak pulang kampung atau mudik meskipun libur lebaran semakin dekat. (Ilustrasi/Pexels)
Masyarakat diminta sebaiknya tidak pulang kampung atau mudik meskipun libur lebaran semakin dekat. (Ilustrasi/Pexels)

Korban Positif Covid-19 Meningkat, Sebaiknya Jangan Mudik

Rona Virus Korona mudik lembaran virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Maret 2020 07:01
Jakarta: Jumlah korban positif covid-19 (new coronavirus) di Indonesia meningkat menjadi 1.046 kasus per-Jumat siang, 27 Maret 2020. Lantaran demikian, masyarakat diminta sebaiknya tidak pulang kampung atau mudik meskipun libur lebaran semakin dekat.
 
Tidak perlu keluar rumah, tidak perlu bepergian jauh, tidak perlu kemudian pergi ke tempat yang jauh bersama keluarga. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
 
"Risiko akan besar akan hal itu, apalagi kemudian harus pergi ke kampung dgn keluarga cukup banyak di dalam satu mobil yang berdesak-desakan dalam satu alat angkut," ujar Yuri, sapaannya, di Kantor BNPB, Jumat, 27 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, jika melakukan bepergian ke luar rumah, bisa memberikan risiko yang lebih besar atau berlipat ganda. Oleh karena itu, masyarakat seharusnya bisa mengambil keputusan dengan bijak dalam merencanakan mudik. 
 
"Sebisanya ditunda sampai dengan kondisi ini menjadi lebih baik. Ini menjadi perhatian pemerintah karena kita tidak menginginkan penambahan kasus ini menjadi semakin tinggi, dan penularan di tengah masyarakat semakin banyak," jelasnya.
 
Untuk kondisi saat ini, lebih baik tinggal di rumah, namun bukan berati Anda tidak bisa menjadi produktif. Silakan melakukan pekerjaan dari rumah, belajar dari rumah, serta ibadah di rumah. 
 
Yuri menekankan, melakukan cuci tangan dengan rutin merupakan kunci dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Dengan lata lain, sebagai cara paling tepat untuk memutus rantai penularan kasus ini. 
 
"Kalau ini bisa kita lakukan bersama-sama, semua orang berusaha saling melindungi. Yang sakit melindungi yamg sehat agar tidak tertular dari penyakitnya, yang sehat melindungi yang sakit agar tidak keluar dari rumah dan tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar rumah," paparnya.
 
Tindakan tersebut diharapkan bisa diterapkan dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Kerjasama tersebut sangat penting, kata Yuri, dengan optimis adanya Bhinneka Tunggal Ika dalam jiwa masyarakat Indonesia. Saling bergotong-royong dan toleransi yang telah menjadi modal dasar Bangsa Indonesia. 
 
"Bertoleransilah dengan tetangga kita, saling mengingatkan ini menjadi sesuatu yang penting. Saling membantu ini sebagai tulang punggung dalam upaya mengendalikan penyakit ini," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif