(Foto: Optimal Living Daily)
(Foto: Optimal Living Daily)

Garam atau Gula, Mana Lebih Buruk untuk Kesehatan?

Rona tips kesehatan
Torie Natalova • 30 Agustus 2018 18:08
Jakarta: Garam dan gula adalah dua bahan makanan yang berperan penting bagi tubuh, sekaligus dapat membawa bahaya untuk kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan.
 
Otak membutuhkan gula untuk energi, sementara otot membutuhkan garam untuk berkontraksi. Namun, di antara garam dan gula, mana yang paling berpengaruh terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan?
 
Gula

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banyak makanan yang mengandung gula. Susu dan jus buah, misalnya, mengandung gula alami dan kalori, meskipun juga memiliki nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, dan polifenol.
 
Gula tak hanya terdapat dalam makanan yang manis tapi juga buah-buahan. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan kekurangan gizi. Semua jenis gula memiliki efek yang sama pada tubuh dalam meningkatkan kadar gula darah. Inilah yang meningkatkan produksi insulin.
 
Tubuh melepaskan insulin untuk memindahkan gula keluar dari darah dan masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.
 
Ketika Anda mengonsumsi gula berlebih, kemampuan penyimpanan lemak tubuh Anda menjadi terlalu padat. Peningkatan produksi insulin dapat menyebabkan resistensi insulin, memaksa tubuh untuk menciptakan lebih banyak insulin yang kemudian menyimpan lebih banyak lemak.
 
Seiring waktu, kondisi tersebut mengarah pada kenaikan berat badan dan pengembangan diabetes tipe 2, penyebab utama gagal ginjal dan risiko serangan jantung.
 
Garam
 
Tubuh manusia membutuhkan garam untuk mengatur cairan dan membawa muatan listrik antar sel. Kelebihan garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan penumpukan tekanan di pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi.
 
Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti serangan jantung, stroke, masalah ginjal dan penglihatan.
 
Mengonsumsi garam dalam jumlah sedang tidak terlalu buruk untuk orang yang sehat. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap garam, terlebih mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun dan orang-orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi.
 
Jadi, mana yang lebih buruk, garam atau gula? Semua bergantung pada seberapa banyak mereka dikonsumsi. Tapi, jika dibandingkan antara gula atau garam, kelebihan gula memiliki lebih banyak dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.
 
Garam sangat penting agar tubuh berfungsi baik, sedangkan gula tidak.
 
Jurnal Diabetology & Metabolic Syndrome juga menemukan bahwa gula dapat meningkatkan pengaruh negatif garam. Insulin memerintahkan ginjal Anda untuk mempertahankan natrium, dan semakin banyak insulin yang diproduksi tubuh, semakin banyak air dan natrium yang disimpan ginjal. Ini memicu tekanan darah tinggi.
 
Untuk menjaga asupan gula dan garam, cukupi asupan tubuh dengan karbohidrat bergizi seperti gandum utuh, produk susu dan buah.
 

Lihat video:
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif