Menurut Ustadzah Aini Aryani, LC, menyikat gigi saat puasa sangat diperbolehkan. (Foto: Pexels.com)
Menurut Ustadzah Aini Aryani, LC, menyikat gigi saat puasa sangat diperbolehkan. (Foto: Pexels.com)

Tidak Boleh Sikat Gigi Saat Puasa?

Rona puasa kesehatan gigi dan mulut
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Mei 2019 11:00
Menurut Ustadzah Aini Aryani, LC, menyikat gigi saat puasa sangat diperbolehkan. Selain untuk menjaga kesehatan gigi, cara ini bisa mengantisipasi batal puasa karena sisa makanan yang menyangkut di sekitar gigi.
 

Jakarta: Bagi masyarakat beragama Islam atau umat muslim, berpuasa merupakan salah satu ibadah dengan tidak boleh makan dan minum. Namun, apakah benar bahwa tidak diperbolehkannya menyikat gigi saat berpuasa?
 
Menyikat gigi akan memasukkan pasta gigi ke dalam mulut. Konon, bagi sebagian orang dinyatakan hal tersebut tidak perlu dilakukan saat berpuasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak apa-apa sikat gigi saat sedang puasa. Selama tidak ditelan pasta giginya," ujar Ustadzah Aini Aryani, LC di Seribu rasa Menteng, Jakarta Pusat.
 
Ia menekankan, menyikat gigi sangat diperbolehkan. Selain untuk menjaga kesehatan gigi, cara ini bisa mengantisipasi batal puasa karena sisa makanan yang menyangkut di sekitar gigi.
 
Tidak Boleh Sikat Gigi Saat Puasa?
(Menurut Ustadzah Aini Aryani, LC, menyikat gigi saat puasa sangat diperbolehkan. Selain untuk menjaga kesehatan gigi, cara ini bisa mengantisipasi batal puasa karena sisa makanan yang menyangkut di gigi. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
"Nabi juga dalam hadis menyatakan bahwa jika tidak memberatkan umatnya, menyarankan sikat gigi lima kali sehari," paparnya.
 
Selain itu, baik untuk menggunakan pasta gigi yang telah bersertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan bahan yang haram bagi umat muslim.
 
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya melakukan banyak pengecekan kategori dalam penilaian sertifikasi halal. 
 
"Yang jelas tidak boleh ada yang tertutup. Jadi halal ini harus diteliti. Apalagi bicara mint yang ketika diekstraksi dari bahan herbal, bahan ekstraktornya itu apa?" imbuhnya.
 
Selain itu, bahan alkohol yang biasa digunakan dalam pasta gigi juga diperiksa. Pihaknya mempertanyakan dengan detail kepada perusahaan terkait, termasuk dari mana bahan-bahan itu didapatkan. 
 
"Kalau alkohol kan cepat menguap tapi baunya akan tersimpan. Alkohol sumbernya dari mana? Karena halal itu tidak boleh terinfeksi. Harus terbuka, bahan satu per satu diteliti," jelasnya.
 
Kemudian, pertimbangan sertifikasi halal pada pasta gigi bukan hanya dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya. Namun, juga dari masyarakat, berdasarkan riset kepada konsumen. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif