Proses belajar anak Anda bergantung pada kesehatannya. Karenanya, penting untuk menjaga nutrisi dan kebersihan anak Anda. (Foto Ilustrasi: Annie Spratt/Unsplash.com)
Proses belajar anak Anda bergantung pada kesehatannya. Karenanya, penting untuk menjaga nutrisi dan kebersihan anak Anda. (Foto Ilustrasi: Annie Spratt/Unsplash.com)

Mengatasi Kelelahan Anak Akibat Sekolah

Rona pendidikan anak tumbuh kembang anak
Torie Natalova • 22 Maret 2019 11:05
Pada anak-anak usia sekolah TK atau SD, kelelahan bisa saja terjadi. Kelelahan ini dirasakan si kecil karena pekerjaan rumah dan tugas sekolah.
 
Jakarta: Sejak memasuki usia empat tahun, anak-anak mulai masuk usia sekolah taman kanak-kanak (TK). Bahkan, banyak orang tua yang sudah memasukkan anaknya sekolah sejak usia kurang dari empat tahun.
 
Pada anak-anak usia sekolah TK atau SD, kelelahan bisa saja terjadi. Ini adalah gangguan yang umum terjadi pada anak usia sekolah. Kelelahan ini dirasakan si kecil karena pekerjaan rumah dan tugas sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelelahan sekolah dapat disebabkan oleh rasa kantuk, kebosanan, kelelahan fisik atau merasa malu di sekolah. Rasa lelah ini biasanya menyebabkan kinerja sekolah yang menurun. Anak-anak akan menjadi kurang fokus, perhatian atau memahami topik yang diberikan.
 
Selain itu, kelelahan anak usai sekolah dapat dikaitkan dengan fenomena lain seperti depresi atau kecemasan. Karenanya, penting sebagai orang tua untuk mengatasi atau melawan kelelahan sekolah pada anak.
 
Namun terkadang, penyebab kelelahan akibat sekolah tidak terkait langsung dengan sekolah. Konflik keluarga juga dapat membuat anak merasa kurang terstimulasi dan tidak termotivasi untuk belajar. Dalam banyak kasus, anak-anak membawa masalah yang mereka miliki di rumah ke lingkungan sekolah.
 
Kelelahan sekolah ini bisa menjadi kondisi yang sulit untuk diidentifikasi pada awalnya. Ada banyak langkah yang dapat orang tua ambil untuk mengatasi kelelahan sekolah dan memastikan anak belajar secara optimal.

1. Pastikan anak Anda cukup istirahat

Istirahat adalah penting untuk perkembangan anak Anda. Jam tidur anak akan mempengaruhi kinerja sekolah mereka. Para ahli merekomendasikan agar anak usia sekolah tidur setidaknya 8-10 jam sehari. Kurang tidur dapat mengganggu proses belajar, konsentrasi dan perkembangan yang optimal.

2. Merangsang pembelajaran anak secara sehat

Pembelajaran yang efektif sangat penting untuk si kecil. Namun, Anda harus merangsang mereka secara sehat dan tidak membebani dengan pengetahuan atau tugas sekolah. Anda juga seharusnya tidak mengubah proses belajar menjadi hal yang traumatis.
 
Selain itu, anak Anda tidak boleh merasa frustasi atau buruk jika mereka tidak memahami sesuatu untuk pertama kali. Belajar seharusnya menjadi proses yang menyenangkan dan tidak membuat anak-anak stres.

3. Pastikan anak Anda sehat

Proses belajar anak Anda bergantung pada kesehatannya. Karenanya, penting untuk menjaga nutrisi dan kebersihan anak Anda.
 
Pastikan kelelahan sekolah tidak terkait dengan masalah kesehatan apapun.

4. Memotivasi anak untuk tidak pernah menyerah

Motivasi dan insentif dapat membantu melawan kelelahan. Anak Anda harus merasa mendapat dukungan orang tua. Cobalah memotivasi mereka untuk belajar sebanyak mungkin dan menanamkan pentingnya sekolah di dalamnya. Jika si kecil berprestasi di sekolah, beri mereka hadiah sebagai insentif.

5. Hubungi gurunya

Guru kelas anak Anda akan memberitahu tentang apa yang terjadi pada mereka di sekolah. Membangun komunikasi yang baik dengan guru adalah kunci untuk memahami kinerja mereka. Ini penting untuk menemukan solusi atas masalah apapun yang dihadapi anak di sekolah. Bicarakan juga dengan anak Anda terutama tentang kehidupan sekolah mereka.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif