Efek dari putus cinta, Anda sulit melupakan si dia dan kisah masa lalu yang begitu indah saat menjalin kasih. (Foto Ilustrasi: Pexels)
Efek dari putus cinta, Anda sulit melupakan si dia dan kisah masa lalu yang begitu indah saat menjalin kasih. (Foto Ilustrasi: Pexels)

Kata-kata Bijak usai Putus Cinta

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 05 Mei 2019 14:08
Usai putus dengannya, dunia Anda terasa hancur. Tapi itu hanya ilusi yang membuat hidup Anda kian terpuruk. Bangkit dengan melupakannya adalah pilihan terbaik karena rasa sakit putus cinta adalah sementara.
 
Jakarta: Putus cinta bisa menjadi masa-masa paling menyakitkan dalam setiap hubungan. Apalagi Anda lagi sedang begitu besarnya mencintai sang kekasih. Tapi apa boleh buat, hubungan pun terpaksa putus karena beberapa alasan.
 
Efek dari putus cinta, Anda sulit melupakan si dia dan kisah masa lalu yang begitu indah saat menjalin kasih. Bagaimanapun, kondisi tersebut tak baik jika dibiarkan karena berisiko membuat suasana hati Anda tidak tenang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak sedikit pula yang merasakan sedih tak berkesudahan hingga penyesalan secara terus-menerus. Namun, Anda perlu menanganinya. Salah satunya dengan membaca dan mencerna kata-kata bijak seperti di bawah ini:

1. Karma akan lebih menyakitkan dibandingkan membenci mantan pacar

Ya, biarkan saja si dia memutuskan hubungan dengan Anda. Tapi dari diri Anda pribadi, jangan menyimpan dendam yang hanya membuat hati Anda sakit.
 
Yakinkan saja bahwa karma akan bekerja sesuai pada porsinya. Yakni, sesuai cinta yang Anda berikan dan seberapa besar perbuatan si dia yang telah menodai ketulusan Anda.
 
"Aku relakan kepergianmu karena aku menyayangimu dengan penuh kasih. Tapi kamu tidak bisa pergi dari karmamu dan aku tak bisa melindungimu."

2. Memupuk rasa dendam hanya memperburuk emosional

Dia yang menghiasi hari Anda dengan penuh warna kemudian menghancurkannya karena suatu hal, ketidaksetiaan, dan atau ketidakpercayaan. Harapan palsu yang diberikannya itu, coba dienyahkan dari pikiran Anda.
 
Nantinya, rasa bersalah karena tak menghargai perjuangan cinta Anda, akan menghantui si dia. Iya, jangan kejar dia. Jangan pernah merasa khawatir.
 
"Terima kasih untuk waktu yang pernah kita lalui bersama selama ini. Kini kamu telah putuskan untuk pergi dariku. Maka aku pun tidak akan mengejarmu."

3. Tetap berbuat baik padanya

Rasa bersalah dari dia yang menyakitimu, terus hadir di benaknya dalam beberapa waktu. Sebab, ikatan perasaan di antara kalian berdua masih ada. Maka, tetaplah berbuat baik.
 
"Kebersamaan kita telah usai. Ada suatu hal yang mungkin tak bisa kamu dapatkan dari orang lain tentangku yaitu ketulusanku yang kau anggap hanya semu."
 
"Jangan pernah kau menyesal pergi meninggalkanku. Sesungguhnya kau telah kehilangan kebahagiaanmu demi kebahagiaan selanjutnya yang tak tentu."

4. Relakan kepergiannya dengan tulus

Ketika ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi, apalagi kisah cinta itu telah terjalin cukup lama, sakit tak mudah pudar. Tapi tetap lawan saja gengsi itu. Relakan kepergiannya walau terasa berat.
 
Nantinya, Anda akan terbiasa merelakannya dan warna-warni masa lalu kalian berdua. Mungkin dia ingin mencari orang lain yang lebih baik. Tapi jangan hukum diri Anda sebagai pribadi yang kurang baik.
 
"Beginilah aku apa adanya, maafkan ketidaksempurnaanku. Kuizinkan kau untuk pergi bukan karena aku tak mencintaimu lagi, hanya saja cintamu kepadaku tak bisa dipaksakan seperti dahulu."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif