Presiden ke-3 RI BJ Habibie berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata--Antara/Rivan Awal Lingga
Presiden ke-3 RI BJ Habibie berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata--Antara/Rivan Awal Lingga

Untaian Doa dan Puisi Cinta BJ Habibie

Rona Habibie Meninggal Dunia
K. Yudha Wirakusuma • 12 September 2019 13:57
Jakarta: Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari sosok Bacharuddin Jusuf Habibie. Selain memiliki tingkat kecerdasannya yang di atas rata-rata, Habibie juga memiliki sisi romantis.
 
Salah satunya dengan melukiskan perasaannya kepada istrinya Hasri Ainun Besari (Ainun) yang terlebih dulu wafat. Hal tersebut terangkum dalam buku "Habibie  dan Ainun" edisi khusus.
 
Disitat berbagi sumber, buku ini diluncurkan pada tanggal 30 November 2010 di Jakarta. Dalam buku tersebut diceritakan berbagai kisah cinta menarik antara Habibie dan Ainun. Dari perjalanan awal pertemuan, keseharian hingga kepergian Ainun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam buku yang terdiri dari 37 bab ini juga ditemukan beberapa untaian doa dan puisi cinta. Berikut petikan puisi Habibie.
 
Hari ini, tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka.
Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar
memukau, mempesona "Getaran Cinta", bagian dari "Getaran Jiwa"
Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan napas
Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat
 
Sekarang 50 tahun dan 8 menit kemudian, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan
Tempat peristirahatan ragamu, getaran cinta dan getaran jiwa kita telah menyatu
Memukau, mempesona berirama denyutan jatung dan tarikan napas yang tinggi
Memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita
Karena cinta kita paling suci, murni, sejati, sempurna dan abadi sampai akhirat

 
Puisi lain dari Habibie untuk Ainun
 
Tepat jam sepuluh pagi, lima puluh tahun yang lalu
Dengan ucapan Bismillahhirrahmaanirrahim, saya melangkah
Bertemu yang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun
Alunan budaya Jawa bernafaskan Islam, menjadikan kita suami istri
Melalui pasang surut kehidupan, penuh dengan kenangan manis
Membangun keluarga sejahtera, damai dan tentram, keluarga sakinah
 
Tepat jam 10 pagi limapuluh tahun kemudian di Taman Makam Pahlawan
Setelah membacakan Tahlil bersama mereka yang menyayangimu
Saya panjatkan doa untukmu, selalu dalam lindunganNya dan bimbinganNya
Bersyukur pada Allah SWT yang telah melindungi dan mengilhami kita
Mengatasi tantangan badai kehidupan, berlayar ke akhirat dalam dimensi apa saja
Sekarang sudah 50 tahun berlalu, selalu menyatu dan tetap menyatu sampai akhirat

 
Puisi lainnya yaitu berjudul 'Seribu'
 
Sudah Seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda.
Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda.
Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi tak berbeda.
Kita tetap manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.
 
Ragamu di Taman Pahlawan bersama Pahlawan bangsa lainnya.
Jiwa, roh, bathin dan nuranimu menyatu denganku.
Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun.
Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan lagi sepanjang masa.
 
Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun.
Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah.
Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya Kami, Yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi sepanjang masa.
 
Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami.
Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami.
Di mana pun, dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi.
 
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun ........... sampai akhirat !

 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif