Jembatan Barelang di Batam. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Jembatan Barelang di Batam. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

Jembatan Barelang, Rekam Jejak Habibie Bangun Industri Batam

Properti Habibie Meninggal Dunia
Rizkie Fauzian • 13 September 2019 12:08
Jakarta: Kepergian BJ Habibie masih meninggalkan kesedihan bagi masyarakat Indonesia. Banyak kenangan yang ditinggalkan oleh Presiden ke-3 RI tersebut, salah satunya adalah Jembatan Barelang.
 
Jembatan yang berada di Batam, provinsi Kepulauan Riau tersebut dibangun pada era kepemimpinan BJ Habibie saat menjabat sebagai Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Batam pada dekade 90-an.
 
Jembatan Barelang memiliki panjang 385 meter. Barelang merupakan singkatan dari ketiga pulau yang dihubungkan oleh jembatan yakni Batam, Rempang dan Galang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski memiliki nama Jembatan Barelang, namun ada juga yang menyebutnya Jembatan Habibie sebagai bentuk penghargaan atas jasa belitau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri
 
Selaku pemrakarsa, BJ Habibie sama sekali tak mempekerjakan tenaga ahli asing pada saat itu sehingga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
 
Dibangun guna memperluas wilayah kerja Otorita Batam, jembatan ini telah menyedot anggaran sebesar Rp400 miliar selama enam tahun pembangunannya, yakni dari 1992 hingga 1998.
 
BJ Habibie di Mata Menteri Basuki
 
Segenap pimpinan dan jajaran aparatur sipil negara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut berduka cita atas wafatnya BJ Habibie pada Rabu, 11 September 2019 dalam usia 83 tahun.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengenang mendiang BJ Habibie sebagai pribadi yang penuh semangat. Sekitar sebulan sebelum tutup usia, Menteri Basuki berkisah sempat bertemu dengan BJ Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
 
“Saat itu, adik saya tengah dirawat di rumah sakit yang sama. Kebetulan, ruang rawat inapnya bersebelahan dengan tempat Pak Habibie dirawat. Awalnya saya mendatangi Pak Habibie namun sedang di kamar kecil, namun setelahnya justru Pak Habibie yang datang menghampiri saya dan kami berbincang panjang di depan teras ruang rawat adik saya,” kenang Menteri Basuki.
 
Dikatakan Menteri Basuki, BJ Habibie menilai pemerataan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan saat ini sudah tepat. Konsep "Membangun dari Pinggiran" perlu dilakukan agar pembangunan tidak hanya fokus pada wilayah tertentu saja.
 
“Beliau bercerita bagaimana arah pembangunan Indonesia ke depan dan menurutnya pembangunan dengan konsep Indonesia Sentris sudah tepat. Semangat beliau untuk membangun Indonesia itu yang harus kita contoh," kata Menteri Basuki.
 
Menteri Basuki sebenarnya berencana menemui BJ Habibie untuk melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke negara Republik Demokratik Timor Leste pada 29-31 Agustus 2019 lalu dalam rangka peringatan 20 tahun Jajak Pendapat.
 
Di Timor Leste, Menteri Basuki juga menghadiri peresmian jembatan yang dibangun Pemerintah Timor Leste dengan nama Jembatan BJ Habibie karena masyarakat Timor Leste menghormati sosok Presiden ke-3 Indonesia itu.
 
Namun karena mendengar kabar bahwa kondisi BJ Habibie kian menurun, rencana tersebut diurungkan menunggu kondisi kesehatan beliau membaik. Namun takdir berkata lain hingga BJ Habibie tutup usia di RSPAD Gatot Soebroto.
 
Kiprah BJ Habibie tidak hanya dalam bidang teknologi pesawat terbang namun juga turut menorehkan karya di bidang infrastruktur PUPR. Salah satunya adalah Jembatan Barelang di Provinsi Kepulauan Riau.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif