Teh memberikan manfaat relaksasi bahkan dalam berpikir. (Ilustrasi/Pexels)
Teh memberikan manfaat relaksasi bahkan dalam berpikir. (Ilustrasi/Pexels)

Kesalahan saat Menyajikan Teh

Rona teh
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Februari 2020 15:34
Jakarta: Teh memberikan manfaat relaksasi bahkan dalam berpikir. Hal itu diyakini berasal dari aroma menenangkan yang dikeluarkan dari teh, baik itu teh melati, chamomile, teh hijau, teh hitam, maupun teh oolong.
 
"Teksturnya itu kan daun yang dikeringkan. Kalau panas air enggak pas, enggak keluar aromanya," ujar Fitri Tasfiah selaku Certified Yoga Teacher and Thriatlete, di Tea Addict Lounge and Resto, Jakarta Selatan.
 
"Makanya airnya harus direbus dahulu, masukkan tehnya, diamkan dahulu, baru diminum. Direbus langsung tehnya juga bisa," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyajian teh pun beragam, salah satunya teh tanpa tambahan apapun. Selain itu sejumlah orang menyajikan teh dengan tambahan susu, gula, maupun bahan lainnya.
 
Seperti dilansir The New Daily, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Science Association, lebih dari 1.000 orang dewasa sebagai responden menyatakan tentang kebiasaan mereka dalam membuat teh. Hasilnya, mayoritas orang membuat teh mereka secara tidak benar.
 
Pertama, sebagian besar dari mereka gagal menyeduh teh untuk jumlah waktu yang diperlukan, yang mereka klaim hingga lima menit. Mencelup teh terlalu lama dianggap kurang mengeluarkan rasa teh.
 
"Ini mungkin kontroversial, tetapi Inggris tidak mengerti bagaimana membuat teh," tutur Profesor Mark Miodownik dari University College London.
 
Profesor Miodownik mengatakan penurunan penggunaan teko adalah faktor utama dalam tidak tercapaikan suatu minuman dengan optimal. Sebab, wadah teh memengaruhi aroma dan rasa yang tercipta.
 
"Teh apa yang kamu buat dan minum dari mana, adalah penting. Karena bisa mengubah rasanya. Pada dasarnya, tentu saja, apa yang membuat secangkir teh sempurna adalah masalah pilihan pribadi," paparnya.
 
Waktu optimal untuk menyeduh teh ialah antara dua hingga lima menit. Tetapi, kata Prof. Miodownik, hanya 16 persen orang yang melakukannya.
 
Semua orang yang disurvei setuju jika Anda membuat teh dalam cangkir, tambahkan susu setelah air mendidih. Lebih dari dua pertiga (69 persen) peminum teh menambahkan susu setelah air mendidih.
 
Sementara itu, Lembaga Standar Inggris telah merilis panduan yang disebut persiapan minuman teh untuk digunakan dalam tes sensorik.
 
Asosiasi Produsen Teh Inggris, Komite Perdagangan Teh dan Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Makanan, semuanya membantu menciptakan standar, yang dikembangkan pada 1980 untuk membantu para penguji teh profesional dan secara resmi dikenal sebagai BS 6008.
 
Dijelaskan bahwa menambahkan susu terlebih dahulu seharusnya merupakan cara yang tepat untuk membuat teh. Setidaknya, saat Anda menyeduh teh dalam pot atau teko teh. Hal ini dinilai akan menjadi pukulan yang menghancurkan bagi para pembuat teh.
 
Anda membutuhkan pot yang terbuat dari porselen dan harus ada setidaknya dua gram teh untuk setiap 100 ml air. Kemudian, suhu air tidak bisa melampaui 85 derajat saat disajikan tetapi harus di atas 60 derajat untuk rasa dan sensasi yang optimal.
 
Ukuran pot yang sempurna tampaknya berada di antara 74mm dan lebar 78mm, serta tinggi 83mm dan 87mm. Setidaknya dua kantong teh harus digunakan untuk pot kecil dan empat kantong teh untuk pot yang berukuran besar.
 
Pengaturan waktu itu penting, karena menurut BSI waktu pembuatan bir yang sempurna adalah enam menit, yang juga dikenal sebagai seduhan, yang mengekstraksi rasa dari daun teh. Jadi, jika Anda berpikir Anda sudah cukup lama mencelupkan kantong teh, teruskan saja, karena Anda akan melihat perbedaannya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif