Ilustrasi. (ITV)
Ilustrasi. (ITV)

Korban Kekerasan Butuh Pendampingan, Bukan Penghakiman

Rona kekerasan dalam rumah tangga hubungan pasangan
13 Juli 2017 15:17
medcom.id, Jakarta: Kekerasan dalam hubungan tak hanya terjadi pada mereka yang berstatus suami istri, namun juga menimpa muda-mudi yang menjalin asmara. Umumnya, sekali kekerasan terjadi, hal itu berpotensi berulang di kemudian hari.
 
Psikolog Klinis Dewasa Pingkan Rumondar menyebut pemakluman yang diberikan oleh pasangan atau korban menjadi salah satu alasan mengapa kekerasan terus berulang.
 
"Atau mereka pikir ini biasa terjadi. Di keluarga, saya biasanya dipukul oleh ayah, sehingga kepada pacar ya begini juga. Jadi bukan karena secara moral mereka menerima itu tapi karena tidak sadar melakukan atau menjadi korban kekerasan," ungkap Pingkan, dalam Metro Plus, Kamis 13 Juli 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Kekerasan dalam Hubungan Berpotensi Berulang
 
Korban kekerasan yang dilakukan oleh pasangan umumnya lebih memilih menarik diri dari lingkungan dan menyendiri. Meskipun memiliki kerabat atau teman dekat, jarang dari korban mengungkapkan apa yang telah dialami.
 
Hal ini disebabkan karena seringkali rekan yang diajak bicara atau dimintai pendapat justru menghakimi. Padahal tindakan menghakimi hanya akan membuat kondisi psikologis korban akan semakin berat.
 
"Maka perlu juga diketahui keluarga atau orang terdekatnya ketika mengalami kekerasan, korban sangat penting untuk didengarkan. Ingin mengomentari pasti, tapi cara paling baik adalah diam, mendengarkan, dan mengatakan 'saya ada disini' tanpa penghakiman," kata Pingkan.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif