Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekalinya untuk menjalani kehidupan yang akan datang. (Foto: Raychan/Unsplash.com)
Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekalinya untuk menjalani kehidupan yang akan datang. (Foto: Raychan/Unsplash.com)

Cara Mengembangkan Kemandirian Anak sejak Usia Dini

Rona keluarga psikologi anak
26 Desember 2018 16:17
Jakarta: Kemandirian adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan perbuatan yang cenderung individual (mandiri), tanpa bantuan dan pertolongan dari orang lain.
 
Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekalinya untuk menjalani kehidupan yang akan datang.  
 
Dengan ini, seorang anak akan mampu untuk menentukan pilihan yang dianggap benar. Selain itu anak akan berani memutuskan pilihannya dan bertanggung jawab atas risiko dan konsekuensi yang diakibatkan dari pilihannya tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengertian anak mandiri adalah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri baik berupa kebutuhan naluri maupun kebutuhan fisik secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain, dikutip dari BabyCenter.
 
Bertanggung jawab dalam hal ini berarti mengaitkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain dalam lingkungan yang sama-sama harus dipenuhi. Si kecil pun memahami tuntutan lingkungan terhadap dirinya dan mulai menyesuaikan tingkah lakunya.
 
(Baca juga: Manfaat Membiarkan Anak Mandiri Pulang Pergi Sekolah)
 
Cara Mengembangkan Kemandirian Anak sejak Usia Dini
(Kemandirian adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan perbuatan yang cenderung individual (mandiri), tanpa bantuan dan pertolongan dari orang lain. Foto: Kazuend/Unsplash.com)
 
Namun tidak hanya itu, kemandirian juga bisa berwujud pada perilaku emosional dan sosialnya. Contohnya sederhana, disaat anak usia 3-4 tahun yang sudah bisa menggunakan alat makan, seharusnya bisa makan sendiri ini adalah bentuk kemandirian secara fisik.  
 
Dan anak yang bisa masuk ke kelas dengan nyaman karena mampu mengontrol dirinya adalah bentuk kemandirian emosional.
 
Memiliki anak mandiri, tangguh dan berani adalah dambaan setiap orang tua. Semua itu dapat diperoleh jika sejak usia dini si kecil diajarkan menghadapi masalah, baik yang berat maupun yang tergolong ringan.
 
Anda tak perlu bingung bagaimana membuat si kecil mandiri sebab salah satu cara mengembangkannya adalah dengan memperkenalkan kegiatan- kegiatan yang bernilai petualangan, seperti outbound.
 
Dalam permainan ini si kecil digiring untuk berpikir dan mengambil sebuah keputusan agar dapat memecahkan masalah yang ada. Semakin banyak kesempatan yang diberikan pada si kecil, maka akan semakin terampil mengembangkan skillnya sehingga lebih percaya diri.
 
Tetapi jangan pernah dilupakan aktivitas yang melibatkan fisik seperti ini, pengawasan orangtua sangatlah mutlak diperlukan.
 

Maria Fransiska
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif