Studi: Trauma Masa Kecil Memicu Gangguan Mental Jangka Panjang

Sri Yanti Nainggolan 10 Juli 2018 11:50 WIB
kesehatanpsikologistudi kesehatan
Studi: Trauma Masa Kecil Memicu Gangguan Mental Jangka Panjang
Sebuah studi menemukan bahwa trauma masa kecil memberi dampak jangka panjang. (Foto: Milada Vigerova/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa trauma masa kecil seperti perpisahan orang tua atau menyaksikan kekerasan dalam rumah dapat memberi dampak jangka panjang. 

Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Pediatrics tersebut menunjukkan bahwa anak yang memiliki empat atau lebih pengalaman buruk masa kanak-kanak dua kali lipat mengalami risiko gangguan hiperaktif defisit perhatian. Mereka juga empat kali lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental.

"Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa bahaya kesehatan perilaku jangka panjang dari kesulitan masa kanak-kanak meluas dari generasi ke generasi pada orang tua ke anak," kata penulis utama studi Adam Schickedanz dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat. 


Para peneliti menganalisis informasi dari survei nasional AS yang berisi informasi dari empat generasi keluarga.

(Baca juga: Studi: Trauma Masa Kecil Dapat Memicu Masalah Fisik Saat Dewasa)


(Sebuah studi menemukan bahwa trauma masa kecil seperti perpisahan orang tua atau menyaksikan kekerasan dalam rumah dapat memberi dampak jangka panjang. Foto: Steinar Engeland/Unsplash.com)

Mereka melihat apakah orang tua dilecehkan, diabaikan, terkena tekanan keluarga lain atau penganiayaan saat tumbuh dewasa dan menganalisis informasi tentang masalah perilaku anak-anak mereka dan diagnosa medis gangguan perhatian defisit.

Jenis-jenis kesulitan masa kecil yang dianalisis untuk penelitian adalah perceraian atau perpisahan orang tua, kematian atau kerenggangan dari orang tua, kekerasan emosional, fisik atau seksual, menyaksikan kekerasan di rumah, paparan penyalahgunaan zat dalam rumah tangga atau penyakit mental orang tua.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil seorang ibu memiliki efek buruk yang jauh lebih kuat pada kesehatan perilaku anak daripada pengalaman ayah.

"Jika kita dapat mengidentifikasi anak-anak ini yang berisiko lebih tinggi, kita dapat menghubungkan mereka ke layanan untuk mengurangi risiko tersebut atau mencegah masalah kesehatan perilaku," kata Schickedanz.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id