Tips Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia 1-2 Tahun
Perkembangan anak usia 1 tahun ke atas yang harus menjadi perhatian, alasannya menurut Dr. Adi karena komunikasi di atas usia setahun sudah mulai lebih intensif dengan dunia luar. (Foto: David Straight/Unsplash.com)
Jakarta: Si kecil kini yang berusia 1-2 tahun sudah mulai besar dan sudah banyak yang bisa ia lakukan. Sebut saja ia sudah bisa berlari-larian kecil, memegang-megang barang, sudah senang berbicara, bermain interactive play (bermain bersama teman-temannya) dan lainnya.

Menurut dokter spesialis anak Dr. H. Adi Tagor, SpA, DPH, "Pada usia 12 bulan hingga 18 bulan, balita sudah bisa berdiri secara independent (berjalan secara bebas) walau masih bervariasi bisa lambat atau cepat, melangkah pendek-pendek, berlari, serta melompat."

"Pada usia ini alat-alat keseimbangan dan alat-alat taktil (raba) sudah mulai banyak digunakan. Pada saat ia menginjak, menekan, memegang atau menyenggol sesuatu adalah gunanya untuk dapat berdiri dan berjalan dengan seimbang."


Perkembangan anak usia 1 tahun ke atas yang harus menjadi perhatian, alasannya menurut Dr. Adi karena komunikasi di atas usia setahun sudah mulai lebih intensif dengan dunia luar.

(Baca juga: Proses Kreativitas Anak Lebih Penting daripada Hasilnya)

Dan berikut ini adalah beberapa tips agar bisa meningkatkan kecerdasan si kecil khususnya ia yang baru berusia 1 tahun.


(Perkembangan anak usia 1 tahun ke atas yang harus menjadi perhatian, alasannya menurut Dr. Adi karena komunikasi di atas usia setahun sudah mulai lebih intensif dengan dunia luar. Foto: Lubomirkin/Unsplash.com)

1. Rangsang si kecil
Orang tua dampingi si kecil dan sering merangsang di kecil agar aktif berdiri, berjalan, hingga berlari.

2. Penggunaan rangsangan raba
Rangsang pengunaan raba (pegangannya) dengan memegang mainan dan memasukkannya ke dalam sebuah wadah. Ajari secara sabar si kecil untuk melakukan hal ini.

3. Rangsang pengunaan pendengaran dan bahasa
Rangsanglah pengunaan hearing dan speakingnya dengan pengunaan bahasa-bahasa yang baik. Boleh lebih dari 1 bahasa. Misalnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

"Pendengaran yang dirangsang sejak 6 bulan dalam kandungan, otak sudah membuat kabel-kabel. Ketika tidak dirangsang, maka kabel-kabel tersebut tidak dibuat. Maka itu baik sekali sejak dalam kandungan diperdengarkan musik yang baik agar memperkaya jaringan tersebut," pesan Dr. Adi.

4. Interaksi
Dampingi si kecil dalam penggunaan fisik dan psikologisnya dengan memberikan contoh yang baik. "Dan bisa diperluas dengan interaksi dengan manusia dewasa melalui rangsangan-rangsangan yang baik. Misalnya diajak ke taman bermain, museum, mengenal aneka binatang, dan lainnya," Dr. Adi menyontohkan.

5. Rangsangan yang baik 
"Otak manusia memerlukan rangsangan yang baik. Musik yang baik, perkataan yang baik, contoh yang baik. Ketika tidak dirangsang, maka otak akan beku," ucap Dr. Adi.







(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id