NEWSTICKER
Kesuksesan sebuah pernikahan sangat dipengaruhi tahun-tahun awal pernikahan. (Ilustrasi/Pexels)
Kesuksesan sebuah pernikahan sangat dipengaruhi tahun-tahun awal pernikahan. (Ilustrasi/Pexels)

Studi: Dua Tahun Pertama Pernikahan Prediktor Kelanggengan Rumah Tangga

Rona tips pernikahan
Anda Nurlaila • 22 Februari 2020 14:06
Jakarta: Masa sulit dalam pernikahan bisa terjadi kapan saja. Ketika hal itu muncul di awal pernikahan bisa sangat mengkhawatirkan tapi sebenarnya pasang surut ini sangat normal. 
 
Kesuksesan sebuah pernikahan sangat dipengaruhi tahun-tahun awal pernikahan. Bagaimana cara suami-istri menjalani dua tahun pertama perkawinan mereka dapat mencerminkan nasib pernikahan dalam jangka panjang. 

Dua Tahun Pertama Prediktor Nasib Perkawinan 

Dari hasil studi mengenai pernikahan, Ted Huston dari University of Texas di Austin mengatakan pasangan pengantin baru dan perubahan dalam hubungan mereka selama dua tahun pertama menunjukkan berapa lama sebuah pernikahan dapat bertahan. Dua tahun pertama dapat menentukan takdir pernikahan apakah dapat awet dan stabil atau berakhir pada perceraian.  
 
"Para peneliti juga menemukan perbedaan antara kelompok yang menikah bahagia dan menikah tapi tidak bahagia setelah perkawinan," katanya seperti dimuat dalam Verywell Family. Para peneliti Texas mengamati 156 pasangan yang menikah untuk pertama kalinya pada tahun 1981. Para peneliti menemukan hal berikut setelah tiga belas tahun:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


68 pasangan menikah dengan bahagia
32 pasangan menikah dengan tidak bahagia
56 pasangan telah bercerai
 
Pasangan yang bercerai dalam dua tahun pertama pernikahan menunjukkan tanda-tanda kekecewaan dan bersikap negatif terhadap satu sama lain dalam dua bulan pertama pernikahan mereka. Artinya, pasangan pengantin baru mulai mengalami kekecewaan di tahun pertama pernikahan. Sebaliknya, pasangan yang menikah dan bahagia adalah mereka yang memiliki perasaan positif tentang pasangan mereka selama periode awal hubungan mereka.

Mengatasi Tekanan di Masa Bulan Madu

Sebagian pasangan merasa tertekan setelah menikah, dan hal ini wajar. Persiapan pernikahan yang menghabiskan waktu, energi, sumber daya dan perasaan kehilangan dialami banyak orang setelah menikah.
 
Namun, penting untuk tidak mengabaikan periode depresi ini. Mempersiapkan diri menghadapi tekanan pascapernikagan dapat membantu Anda melewatinya. Huston menegaskan, prioritas utama bagi pengantin baru adalah menjaga romansa tetap hidup.
 
Prioritas lain pasangan dalam tahun pertama antara lain bagaimana mengalokasikan dan menangani uang, pembagian tugas rumah tangga, cara untuk menghabiskan waktu luang, menemukan waktu untuk berhubungan seks, berurusan dengan mertua, memahami perbedaan dalam spiritualitas atau agama. Hal lain yang penting adalah belajar menghadapi konflik, dan mendiskusikan harapan bersama pasangan. "Sayangnya, banyak pasangan menghindari topik yang menimbulkan perdebatan yang akhirnya merugikan hubungan," kata Huston. 

Beberapa tanda bahaya di awal pernikahan antara lain: 

- Kurangnya romansa dan keintiman
- Ketidakmampuan untuk bersenang-senang bersama
- Egoisme
- Takut akan konflik
- Kurangnya rasa hormat
- Komitmen waktu berlebihan untuk hal-hal lain
- Pengeluaran berlebihan
- Terlalu tergantung pada orang tua
- Masalah seksual
- Kecanduan dan / atau penyalahgunaan zat terlarang
- Pelecehan emosional dan / atau fisik
- Harapan yang tidak realistis
- Menikah terlalu muda atau karena alasan yang salah

Hal yang harus dilakukan pasangan saat konflik di awal pernikahan 

Hal terbaik adalah berbicara secara terbuka dan jujur dengan pasangan Anda, tanpa menyalahkan, tentang kekhawatiran Anda. Mulailah dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya pikir kita berdua berjuang untuk saling menyesuaikan diri saat menikah." 
 
Dari sana, Anda berdua dapat menemukan dukungan yang paling cocok untuk Anda berdua. Sisihkan waktu untuk membangun hubungan, memperoleh bimbingan keagamaan atau sumber tepercaya lainnya. Anda dan pasangan juga dapat bergabung dengan kelompok bimbingan pernikahan, atau mengikuti terapi pasangan.

Membangun Pernikahan yang Sukses 

Meskipun beberapa tahun pertama adalah waktu yang paling sulit, awal pernikahan juga dikenang sebagai waktu-waktu paling menyenangkan.  Masa pengantin baru adalah masa keintiman dan saling mempelajari satu sama lain. 
 
"Selama tahap pernikahan yang baru menikah, Anda berdua dapat membangun fondasi dan mengatur panggung untuk pernikahan yang bermakna seumur hidup," kata Huston . Jadi nikmatilah kisah percintaan kalian satu sama lain!
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif