Untuk membuktikannya, para peneliti mengikuti para remaja di Hongkong, mengingat remaja Asia dilaporkan termasuk paling banyak mengalami kurang tidur.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)
Studi yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine tersebut melibatkan 1.173 pelajar Sekolah Menengah dari dua sekolah dimana sekolah pertama mengubah jam masuk dari pukul 7.45 pagi menjadi pukul 8 pagi dan sekolah kedua tak mengubah jam masuk yaitu tetap pukul 7.55 pagi.
Sebelum dan sesudah perubahan jam masuk, para pelajar diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan seputar pola tidur-bangun, mengantuk di siang hari, dan kesehatan mental serta perilaku.
Data tersebut mengungkapkan bahwa para pelajar di sekolah pertama tidur lebih lama dan bangun lebih lama dibandingkan pelajar di sekolah kedua. Artinya, jam masuk sekolah yang diundur meningkatkan perilaku prososial, hubungan kelompok, perhatian, suasana hati, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

"Administrator sekolah dan pembuat kebijakan harus secara sistematik mempertimbangkan untuk menunda waktu mulai sekolah untuk mempromosikan tidur dan kesehatan di kalangan remaja usia sekolah," demikian menurut para peneliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
