ilustras--pexels
ilustras--pexels

Mengenali Lonjakan Pertumbuhan pada Anak Usia Sekolah

Rona ibu dan anak
Anda Nurlaila • 29 Agustus 2019 15:17
Keshidupan seorang anak memiliki pertumbuhan paling pesat ditahun pertama dan sekitar masa pubernitas. Selama tahun-tahun awal di sekolah dasar, anak-anak tumbuh sekitar 6,5 sentimeter lebih tinggi dan bertambah berat badan sekitar 2,7 kilogram per tahun.
 

Jakarta: Pertumbuhan paling pesat dalam kehidupan seorang anak terjadi pada tahun pertama kehidupan dan sekitar masa pubertas. Dalam waktu singkat, anak mengalami perubahan pada tubuh yang sangat drastis. 
 
Tetapi lonjakan pertumbuhan atau growth spurt juga bisa terjadi kemudian, meskipun biasanya tidak terlalu terlihat. Dilansir dari babycenter, selama tahun-tahun awal di sekolah dasar, anak-anak tumbuh sekitar 6,5 sentimeter lebih tinggi dan bertambah berat badan sekitar 2,7 kilogram per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lonjakan pertumbuhan ini terlihat dari pakaian yang menyempit hanya dalam beberapa hari atau tiba-tiba naik beberapa sentimeter di atas pergelangan kaki. Atau, anak mengeluh sepatu yang beberapa hari atau minggu sebelumnya cukup sekarang tidak muat lagi. 
 
Grafik pertumbuhan dapat memperlihatkan apakah anak tumbuh proposional dan sehat. Persentil pertumbuhan anak pada grafik menunjukkan tinggi dan berat badannya relatif terhadap anak-anak lain dengan usia dan jenis kelamin yang sama.
 
Contoh, seorang anak yang berada di persentil ke-75 berarti lebih tinggi dari tiga perempat rekan-rekan seusianya. 
 
Pertumbuhan pada masa ini jarang stabil dan cenderung pesat. Sinyal lonjakan pertumbuhan sedang berlangsung antara lain:
 
- Anak mungkin terlihat lebih sering lapar dari biasanya atau makan lebih banyak.
- Anak mungkin tidur lebih lama dari biasanya atau tidur lebih lama di malam hari.
 
Namun, jangan gunakan alasan pertumbuhan mengakibatkan perubahan perilaku anak dalam jangka panjang. Misal, Anda tidak ingin memberi makan anak terlalu banyak karena dalam masa pertumbuhan.
 
Jika anak lelah, tidur lebih lama dari biasanya, sering lapar dan terlalu lapar atau rewel, ia mungkin memiliki masalah medis serius. Sebaiknya hubungi dokter anak.
 
Menanggapi tumbuhnya pertumbuhan
 
Mengganti isi lemari pakaian anak adalah respon terbaik yang dapat Anda lakukan. Camilan ekstra di antara waktu makan dan waktu tidur lebih awal biasanya cukup menjembatani perubahan ini.
 
Adapun "Growing pain"  yaitu nyeri di sekitar betis, lutut, dan paha depan tidak terbukti secara medis. Meski rasa sakitnya benar-benar dirasakan, kemungkinan penyebabnya adalah otot yang kejang dan tegang setelah banyak aktivitas.
 
Hal ini umum terjadi di usia tiga tahun sampai usia 8 hingga 12 tahun atau sebelum masa pubertas. Nyeri ini biasanya hilang dengan istirahat.
 
Jika anak terbangun di malam hari karena sakit, pengobatannya bisa dengan kompres hangat, pijatan dan peregangan lembut. Ibuprofen atau acetaminophen juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit. Tetapi pastikan nyeri tersebut bukan disebabkan demam atau penyakit lainnya. 
 
Jika rasa nyeri berlanjut, atau jika bagian yang nyeri melunak, ini mungkin pertanda masalah yang lebih serius. Jika bagian tubuh anak memerah, bengkak dan terdapat ruam dengan demam, hubungi dokter anak.
 
Rasa sakit parah sehingga mengganggu aktivitas juga perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Penyebabnya mungkin termasuk artritis remaja, kanker, infeksi, patah tulang, atau masalah ortopedi lainnya.
 


 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif