Butuh strategi khusus agar anak dapat dengan terbuka bercerita kepada orang tua. (Foto: Pexels.com)
Butuh strategi khusus agar anak dapat dengan terbuka bercerita kepada orang tua. (Foto: Pexels.com)

Siasat Agar Anak Lebih Terbuka kepada Orang Tua

Rona psikologi anak
Anda Nurlaila • 19 Juni 2019 06:00
Butuh strategi khusus agar anak dapat dengan terbuka bercerita kepada orang tua. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik agar anak dapat dengan nyaman menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
 
Jakarta: Seiring pertumbuhan dan perkembangan, anak mengalami banyak perubahan. Salah satunya, saat balita si kecil tentu tidak berhenti bicara dan menanyakan berbagai hal yang menarik minatnya.
 
Memasuki usia praremaja dan remaja, beberapa anak mulai jarang berbicara. Bisa karena mengalami masalah atau karena kepribadian anak yang introvert. Berbicara dengan orang tua mungkin hal terakhir dalam pikiran anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, orang tua tetap bisa menjalin percakapan dengan anak. Dengan mendekati dan memintanya lebih terbuka, orang tua bisa mengetahui dan memahami apa yang tengah dialami buah hati. Parents memberi trik berkomunikasi pada anak praremaja dan remaja.

Anak terlihat gelisah

Pada usia ini, anak mungkin mulai merasa tertarik dengan lawan jenis atau hal-hal sensitif yang tak mungkin ia ceritakan kepada orang tuanya. Buka pembicaraan dengan ungkapan seperti "Kau terlihat kesal, Apa kamu mau Ibu atau Ayah mencoba menebak yang mengganggumu?".  
 
Psikolog anak Laurie Zelinger juga menyarankan meminta anak agar menulis catatan untuk Anda baca, baik segera setelah dia menulis atau setelah dia tidur. Bila anak belum siap berbicara, biarkan anak dan beri tahu Anda siap mendengarkannya kapan saja.

Anak jarang berbicara

Hal ini sulit, terutama jika orang tua memiliki bakat suka mengobrol. Untuk mendekati anak, lakukan hal-hal yang disukai anak seperti menonton kartun bersamanya, main video game atau membaca komik.
 
Saat bersama anak melakukan hobi yang ia sukai, saatnya memasukkan hal-hal yang ingin Anda sampaikan atau tanyakan. Perhatikan juga kapan anak pendiam mudah menerima percakapan.
 
"Anak laki-laki khususnya, sedikit lebih terbuka ketika saat duduk di samping Anda, daripada tatap muka," kata Zelinger seperti dilansir dari Parents.
 
Siasat Agar Anak Lebih Terbuka kepada Orang Tua
Sebelum berbicara dengan anak, pilih waktu dan tempat yang tepat. (Pexels.com)
 
Bila anak memulai percakapan, dengarkan tanpa menghakimi atau memberinya nasehat. Bahkan jika anak mengeluh tentang teman atau sekolahnya. Biarkan anak mengeluarkan apa yang ia rasakan. Alih-alih memberi nasehat, beri tanggapan datar seperti,  "Oh, itu yang mengganggumu." Atau, "Kedengarannya itu sangat mengecewakan."

Orang tua menduga anak berbohong

Jika anak berbohong belum tentu dia tidak bermoral atau berkarakter jelek. Sering kali anak-anak berbohong karena berharap perkataan mereka dapat jadi kenyataan. Atau mereka takut akan reaksi orang tua sehingga tidak jujur.
 
Sebelum berbicara, pilih waktu dan tempat yang tepat. Jangan bertanya saat anak baru pulang sekolah atau menjelang tidur. Setelah makan malam atau sabtu pagi adalah waktu tepat memulai pembicaraan dengan lebih santai.
 
Alih-alih membeberkan kecurigaan anak tidak mengerjakan PR, tapi malah bermain bersama teman, ajukan pertanyaan tipuan. Seperti "Ibu/Ayah khawatir kau melakukan hal lain seperti main game online saat seharusnya belajar kelompok."  Saat anak memberi jawabannya, tenangkan diri. Tanyakan apakah perbuatannya cara terbaik untuk menyelesaikan PR, dan bagaimana agar tugas sekolah selesai dan anak tetap bisa bermain.

Anak terlihat ada masalah di sekolah

Semua anak perlu istirahat setelah seharian penuh belajar dan bersosialisasi . "Alih-alih menginterogasi anak, cobalah yakinkan anak bahwa ia dapat berbicara pada Anda kapan saja anak membutuhkan. Sebagian anak mungkin terbuka, tapi jika anak tidak melakukannya biarkan dia menemukan solusi sendiri.
 
Jika anak bisa terbuka, pancing pertanyaan kegiatannya hari itu dan apakah ada masalah yang dia hadapi. Jangan memaksa anak menjawab saat itu juga. Kemungkinannya, Anda mendapat jawaban setelah 15 menit atau satu jam. Jika Anda tidak mendapat jawaban setelah beberapa kali, saatnya menghubungi gurunya. Mungkin ia sulit di pelajaran tertentu atau malu saat pelajaran olahraga. Atau anak memiliki alasan lain, seperti menjadi korban perundungan.

Anak terlihat enggan bicara

Sebelumnya anak semangat membicarakan klub sepak bola di sekolah namun sekarang lebih tertutup dengan kalimat seperti, "Ibu tidak akan mengerti." Sebenarnya bukan menjauh, tapi mereka menemukan teman sebaya yang mereka anggap cocok dengan diri mereka. Di usia remaja, penerimaan dari teman lebih berarti sehingga ia lebih berkonsentrasi pada pertemanan dibanding keluarga.
 
Untuk mengatasinya, tawarkan mengantar anak dan teman-temannya ke suatu tempat. Jadilah orang tua yang pasif dan Anda akan mendengar hampir semua hal yang ingin Anda ketahui, seperti soal ketertarikan pada lawan jenis atau kegiatan yang menarik perhatiannya.
 
Hal lain untuk tetap menjaga kedekatan anak adalah mempertahankan waktu tertentu dimana Anda bersama anak, seperti saat sarapan atau menonton televisi. Jika anak yang biasanya diam namun mendekati Anda saat menonton televisi itu dapat berarti ia membutuhkan orang tuanya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif