Sebuah penelitian terbaru menjelaskan penyebab orang bermimpi. Bermimpi adalah proses dasar manusia untuk memahami pengalaman siang hari kita yang penuh tekanan dalam kehidupan nyata. Ini adalah cara menghubungkan semua pengalaman masa lalu dengan apa yang kita ingin lakukan di masa depan.
Psikolog dan ahli mimpi Ian Wallace termasuk orang yang percaya akan mimpi, terutama mimpi yang berulang dapat memberi Anda wawasan yang layak tentang kehidupan. Baginya tidak ada mimpi buruk. Ketika Anda terus menciptakan mimpi yang cukup mengganggu Anda, itu tidak berarti Anda terganggu juga dalam kehidupan nyata.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Mimpi dikejar
Ini adalah mimpi yang sering dialami orang. Menurut Ian, ketika Anda bermimpi seseorang mengejar, ini berarti Anda mengejar beberapa ambisi dalam hidup dan menghadapi beberapa ketegangan di sekitar itu.
Mimpi sakit
Meski orang Yunani Kuno meyakini mimpi menderita penyakit tertentu dapat memberitahu apa yang terjadi dalam tubuh, menurut Ian itu tidak seutuhnya benar. Banyak orang khawatir akan menderita penyakit jantung atau kanker karena sering bermimpi penyakit tersebut. Tapi, menurut Ian penyakit jantung dan kanker adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Bisa jadi, mimpi tersebut pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak terkendali dan mengganggu Anda cukup lama.
Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih banyak bermimpi ketika fase bulan purnama dan alkohol merupakan faktor utama yang memungkinkan Anda memiliki mimpi buruk. Jika Anda sering bermimpi yang membuat sedih dan sering gelisah, sebaiknya bicarakan dengan terapis.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah mimpi buruk dan mendapatkan mimpi yang baik:
1. Jangan minum alkohol sebelum tidur
2. Batasi konsumsi kafein di sore hari
3. Hindari menatap gawai di kamar tidur dan pastikan kamar Anda bernuansa gelap dengan suhu yang tidak terlalu panas
4. Buat catatan harian saat mimpi datang untuk melihat pola yang muncul dan menggunakannya untuk membantu memproses kehidupan nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
