Semenjak diproduksi delapan tahun lalu, Black Barbies kini semakin populer dan penjualannya bahkan melebihi Barbie versi standar. Okoya berkisah dulu putri kesayangannya sempat bersedih hingga memohon dan berharap andaikan dirinya berkulit putih. Permintaan itu tidak lain karena ia senang bermain boneka yang kebanyakan menggambarkan manusia berkulit putih.
"Saat itu, aku menyadari, semua boneka yang dimainkan anakku berkulit putih. Ia pun pernah mencari boneka kulit hitam di pasaran, tapi tidak menemukannya," kata Okoya. Ia pun semula berpikir bahwa hal tersebut tidak akan menjadi masalah, tapi melihat putrinya yang bersedih, hati Okoya pun tergerak.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia kemudian memiliki rencana menciptakan boneka berkulit hitam sekaligus mewakili budaya Afrika, khususnya Nigeria. Boneka yang ia ciptakan memiliki kulit cokelat, aksesori rambut, dan rambut bermodel etnik. Tampilan itu disesuaikan dengan budaya Nigeria. Setiap versi boneka Tokoya pun memiliki makna, ada Nneeka dari Igno yang melambangkan cinta, Wurola dari Yuroba untuk ketangguhan, dan Azeezah dari Hausa yang melambangkan kedamaian. Semua boneka disertai hashtag #BringBackOurGirls sebagai rasa simpati terhadap 200 lebih anak Nigeria yang diculik tahun lalu.
Keyakinan Okoya akan 'kulit hitam itu cantik' pun berbuah manis. Kini hampir seluruh gadis kecil berkulit hitam di seluruh dunia bisa memiliki boneka yang benar-benar menggambarkan fisik cantik mereka, apa adanya. (Michronicleonline.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
