(Foto: HGTV)
(Foto: HGTV)

Orang Tua Dianjurkan Rutin Periksa Kamar Anak, Ini Alasannya

Rona psikologi anak
Sri Yanti Nainggolan • 20 Desember 2016 18:32
medcom.id, Jakarta: Sebuah survei Kesehatan Siswa Berbasis Sekolah Global (GSHS) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun ini menyebutkan, sebanyak 5,6 persen anak perempuan dan 4,6 persen anak laki-laki di Indonesia mengalami stres.
 
"Anak stres biasanya disebabkan karena tiga hal yaitu kesepian, khawatir, bahkan berpikiran untuk bunuh diri," terang dr Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan dalam temu media Menyambut Hari Ibu ke-81, di Jakarta, Rabu (20/12/2016).
 
Ia berpendapat, salah satu terjadinya gangguan itu adalah kurangnya komunikasi yang baik dalam keluarga. Hal tersebut kelak dapat memengaruhi psikologis anak. Oleh karena itu, kepedulian orang tua pada buah hati sangatlah penting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Komunikasi itu penting. Meskipun ibu rumah tangga selalu berada di rumah, namun sibuk sendiri seperti menonton TV atau bermain gadget, maka komunikasi yang seperti termasuk yang tak baik," tambah dr Eni, memberi contoh.
 
Ia menambahkan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk bisa memantau bagaimana kondisi anak.

 
"Salah seorang dokter spesialis pernah menyarankan untuk membiasakan memeriksa kamar anak, misalnya seminggu sekali agar tahu ada perubahan yang terjadi pada anak," ujarnya menyarankann.
 
Selain itu, hindari menggunakan kunci slot pada kamar anak karena hal itu membuat orang tua sulit memantau apa yang anak lakukan di dalam kamar. Mengetahui kegiatan anak juga termasuk salah satu cara untuk mengamati perkembangan anak.
 

Anak-anak Pecinta Hewan Punya Rasa Empati Lebih
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif