NEWSTICKER
Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

6 Faktor Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesuburan Anda

Rona infertilitas
Raka Lestari • 24 Maret 2020 13:47
Jakarta: Pasangan suami istri dikatakan mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas apabila belum dikaruniai keturunan secara alami. Padahal usia pernikahan sudah setahun dan berhubungan teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.
 
Infertilitas dapat terjadi lantaran salah satu pihak atau keduanya, baik pria maupun wanita. Namun, sekitar 10 persen penyebab infertilitas tersebut tidak diketahui setelah dilakukan pemeriksaan standar.
 
Dokter. Shanty Olivia Jasirwan, Sp. OG – KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah – Pondok Indah menjelaskan, faktor gaya hidup seperti di bawah ini bisa meningkatkan risiko gangguan kesuburan:

-Menunda usia menikah dan hamil pada wanita

Munculnya tren menunda usia pernikahan atau kehamilan demi alasan mengejar karier yang belakangan ini marak, merupakan salah satu penyebab sulitnya pasangan suami istri mendapat keturunan. Pasalnya, kesuburan wanita menurun sesuai dengan bertambahnya usia.

-Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesuburan, namun kesehatan secara umum. Pada wanita, kandungan pada rokok selain dapat mengacaukan hormon, juga dapat memengaruhi kualitas sel telur yang dihasilkan.

-Berat badan

Berat badan yang tidak ideal biasanya diartikan sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi (IMT lebih dari 25) maupun rendah (IMT kurang dari 20). Pada wanita, obesitas dan kurangnya berat badan dapat memicu gangguan kesuburan akibat ketidakseimbangan hormonal dan gangguan ovulasi.

-Olahraga berlebihan

6 Faktor Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesuburan Anda

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aktivitas fisik memiliki dampak positif terhadap kesuburan. Terutama pada mereka yang memiliki berat badan berlebih dalam upaya mengurangi berat badan. Namun olahraga berlebihan berefek negatif terhadap keseimbangan energi pada tubuh yang dapat memengaruhi sistem reproduksi.

-Stres psikologis

Walaupun secara ilmiah belum terbukti secara kuat, stres psikologis dianggap dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan berakibat buruk pada kesuburan. Pada wanita, stres psikologis berdampak pada sistem hormonal, imunologi, dan sistem saraf otonom yang berefek pada kemampuan reproduksi wanita.

-Konsumsi kafein berlebihan

Selain kopi, minuman atau makanan yang mengandung kafein berlebih seperti teh dan soft drink serta cokelat dipercaya berkaitan dengan lamanya seseorang untuk mendapatkan keturunan. Meskipun memang masih perlu penelitian lebih lanjut. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat memengaruhi fungsi reproduksi wanita dengan mengganggu fungsi ovulasi dan perubahan kadar hormon.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif