Jakarta: Emosi balita seringkali tak bisa diprediksi. Terkadang dia berseri-seri bak mentari di pagi hari. Sejurus kemudian merajuk dan merengek sepanjang hari.
Akibatnya, orangtua seringkali dibuat kebingungan dan kerepotan menghadapi emosi buah hati yang naik dan turun. Meskipun terlihat umum, tapi balita yang merajuk jangan dianggap remeh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Anda harus mengetahui penyebab perubahan suasana hati pada balita yang membuat mereka merajuk. Lantaran, perubahan suasana hati pada balita bisa disebabkan hal sepele seperti udara yang pengap, hingga mendapat kekerasan dari pengasuh anak maupun saudara yang lebih tua. Atau mungkin justru Anda yang jadi penyebab mereka merajuk.
Untuk itu, menjadi penting mengetahui hal-hal apa saja yang umumnya membuat balita seringkali merajuk. Berikut beberapa penjelasannya serta bagaimana sebaiknya Anda menghadapi mereka ketika merajuk, dikutip Times of India.
1. Mendengarkan keluhan
Dalam suatu waktu, Anda mungkin kesulitan berinteraksi dengan balita karena sibuk bekerja. Begitu menanyakan bagaimana hari-hari mereka berlalu, balita juga sering tak menjawab, malah hanya bisa merengek.
Kalau sudah begini, Anda bisa mengambil kesimpulan bahwa balita Anda sedang melewati hari yang buruk. Bisa jadi disebabkan kelakuan pengasuh bayi yang memarahi mereka, atau dijahili saudara yang lebih tua.
Adapun cara terbaik untuk merespons dalam situasi seperti ini adalah dengan memberi tahu sang buah hati bahwa Anda akan selalu ada buat mereka. Berikan juga keyakinan bahwa Anda selalu siap menjadi tempat untuk mereka mengadu dan mencurahkan isi hatinya.
Tapi jangan paksa dia berbicara. Biarkan dia merenung dan memilah-milah kalimat yang ada di kepalanya. Bersabarlah dan tetap mendengarkannya ocehan mereka sepanjang hari, agar Anda mendapatkan kepercayaan.
2. Beri dia waktu
Sebagai orangtua, tentu kita tidak dianjurkan untuk memarahi balita meskipun dia melakukan kesalahan fatal. Tapi terkadang perilaku balita yang sesukanya saja bisa membuat Anda marah dan tak sengaja membentak mereka.
Kalau sudah begitu, biasanya buah hati Anda akan merajuk dan menjauh dari Anda. Bahkan ketika Anda mencoba meminta maaf dan memeluknya, dia akan menolak dan merengek. Untuk itu, turuti permintaan buah hati Anda dengan cara membiarkannya merajuk sendirian.
Sama seperti kita orang dewasa, anak-anak juga perlu waktu untuk pulih dari rasa kesal akibat pertengkaran. Ketika rasa kesal itu pulih, anak biasanya akan kembali tersenyum dipelukan Anda.
3. Terlalu sibuk bekerja
Pekerjaan yang menumpuk seringkali membuat Anda tak punya waktu banyak berinteraksi dengan balita Anda di rumah. Bahkan bisa jadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan itu membuat janji untuk mengajaknya berlibur ke taman hiburan tertunda.
Tanpa Anda sadari, menunda janji merupakan salah satu faktor yang membuat dia merajuk karena mereka merasa kecewa. Tetapi kadang-kadang rasa kecewa bisa diterima dengan baik karena anak juga bisa mengerti kesibukan Anda di kantor.
Maka respons pertama yang harus Anda berikan adalah meminta maaf kepada mereka dengan tulus dan berikan penjelasan. Hal ini agar mereka mengerti ada alasan yang menyebabkan Anda harus menunda janji tersebut sementara waktu.
4. Terkekang
Terkadang bayi suka menolak pelukan dan kasih sayanh bukan karena mereka sedang merajuk. Tetapi hal itu juga bisa terjadi karena mereka merasa sudah dewasa dan mandiri.
Biasanya, kondisi ini sering terjadi ketika anak melewati usia satu tahun. Mereka mulai
bereksperimen dan merasa menjadi orang dewasa yang mandiri karena saat itu mereka mulai bisa berjalan, bermain, berlari dan mandi sendiri. Hal ini membuat mereka sedikit berpikir tidak lagi membutuhkan pengawasan dari orang dewasa.
Terkadang anak-anak bahkan sengaja menjauhkan diri untuk menguji bagaimana respons Anda terhadap perilaku yang mereka lakukan. Jadi jangan menganggap penolakan semacam itu dengan serius. Anda tetap bisa memberikannya kasih sayang dengan memberinya pelukan atau ciuman pengantar sebelum tidur.
5. Sakit
Ada saat-saat ketika anak menolak perhatian Anda karena dia merasa sedang tidak sehat. Hal ini bahkan bisa membuat mereka tidak toleran terhadap ciuman dan perhatian yang biasanya Anda berikan. Segera periksa tanda-tanda penyakit pada buah hati dan konsultasikan dengan dokter anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
