Sebanyak 29 persen komentar tentang ibu di Indonesia yang diterima mengenai pola asuh pada anak. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Sebanyak 29 persen komentar tentang ibu di Indonesia yang diterima mengenai pola asuh pada anak. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Ibu di Indonesia Sering Dapat Stigma Negatif dari Lingkungan Sekitar?

Rona keluarga
Kumara Anggita • 13 Februari 2020 10:00
Jakarta: Menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Sudah dibebankan tanggung jawab, dapat kritikan pula dari lingkungan sekitar. Seakan usaha tidak pernah cukup.
 
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Orami Parenting, terbukti bahwa para ibu di Indonesia kerap mendapat stigma negatif dan memiliki tuntutan serta tekanan yang begitu besar terhadap perannya sebagai ibu dan juga istri.
 
Sebanyak 85 persen ibu mengaku pernah mendapatkan stigma negatif dari lingkungan sekitar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komentar-komentar tak membangun itu seperti “gak becus deh ngurus anak”, “kamu terlalu manjain anak”, “mertua suka memaksakan cara mendidik anak”, “kamu terlalu disiplin sama anak kamu”, “anaknya kurus ya” “gendut ya sekarang”, di rumah aja, harusnya dandan”.
 
Sebanyak 29 persen komentar negatif yang diterima mengenai pola asuh, 13 persen mengenai kids shaming, 8 persen mengenai body shaming dan menyepelekan, 13 persen mengenai kerja, 10 persen mengenai ibu pengangguran, 8 persen mengenai ibu harus bisa segalanya, dan 6 persen mengenai perbandingan ASI, sufot caesar, dan lahir normal.
 
Ibu di Indonesia Sering Dapat Stigma Negatif dari Lingkungan Sekitar?
(Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Orami Parenting, terbukti bahwa para ibu di Indonesia kerap mendapat stigma negatif dan memiliki tuntutan serta tekanan yang besar. Foto: Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)
 
Hal-hal ini menyebabkan seorang ibu jadi rentan mengalami stres. Untuk mengatasinya, seorang ibu membutuhkan support system dari komunitas yang kuat.
 
Di era modern ini, komunitas itu bisa ditemukan dengan menggunakan internet. Salah satu komunitas online yang bisa diacu adalah orami. Sebuah platform yang bisa digunakan untuk berdiskusi, bertemu para ahli, membaca artikel, dan lainnya.
 
“Teknologi dapat membantu saya berkomunikasi dengan siapa saja. Saat ini, informasi bisa didapat di mana saja dan begitu juga support group. Orami merupakan satu-satunya aplikasi parenting berbasis chat yang berfokus pada pentingnya support group ini," ujar Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Gugus Muda dalam Acara Peluncuran Aplikasi Orami Parenting di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu 12 Februari 2019.
 
"Support system sangat membantu dalam menghadapi masa-masa dulit di awal-awal menjadi ibu. Yang membuat saya pulih adalah bertemu dengan sesama ibu. Dari situ saya percaya, hanya sesama ibu yang dapat mengerti ibu lainnya,” tambah Angkie lagi. Komunitas semacam ini adalah apa yang dibutuhkan para ibu Indonesia.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif