Psikolog Klinis Dewasa, Cynthia Eveline, M.Psi, Psikolog menerangkan penting sekali pendampingan dan peran orang tua dalam kehidupan anak. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Psikolog Klinis Dewasa, Cynthia Eveline, M.Psi, Psikolog menerangkan penting sekali pendampingan dan peran orang tua dalam kehidupan anak. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Bagaimana Cara Mengurangi Kadar Agresif Anak?

Rona keluarga psikologi anak psikologi remaja
Kumara Anggita • 11 Maret 2020 08:00
Jakarta: Ketika melihat ada kasus gadis berusia 15 tahun membunuh anak lima tahun, para orang tua pasti jadi merasa syok dan tidak mau hal yang serupa terjadi pada anaknya. Karena itu, perlukah sisi agresif pada anak direduksi atau dikurangi?
 
Psikolog Klinis Dewasa, Cynthia Eveline, M.Psi, Psikolog dari Puskesmas Kecamatan Duren Sawit memaparkan sisi agresif pada dasarnya tidak sepenuhnya buruk. Namun masalah akan muncul ketika penempatannya tidak tepat.
 
“Terkadang sisi agresif itu diperlukan dalam keadaan-keadaan tertentu. Misalnya dalam membela diri pada saat diintimidasi secara fisik oleh teman-teman. Seseorang memerlukan sedikit kadar agresif untuk membuat orang lain menghentikan perbuatan buruk kepadanya,” ujarnya saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 10 Maret 2020.

Tips yang bisa Anda terapkan

Untuk mengarahkan sisi agresif itu ke hal yang tepat, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan pada anak antara lain:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Mendampingi anak dalam melewati masalah-masalah yang anak hadapi, dan memberi tanggapan tentang suatu peristiwa yang anak alami.
2. ‘Memeriksa' apa yang anak hayati dari sebuah peristiwa. Lakukan komunikasi dari kedua belah pihak.
3. Menyaring tontontan dan game yang dimainkan anak.
4. Sering mengajak diskusi anak untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
 
Misalnya orang tua dapat membacakan cerita dari buku cerita, lalu berdiskusi dengan anak tentang tokoh-tokoh di cerita itu, yang mana yang bisa dicontoh dan mana yang tidak boleh.
 
Hal lainnya, pastikan orang tua juga tidak bertengkar di depan anak baik secara fisik ataupun verbal. Karena kecenderungan anak dan remaja adalah meniru apa yang mereka lihat.
 
Cynthia menegaskan bahwa penting sekali peran orang tua dalam kehidupan anak dalam mendampingi anak sampai anak bisa menjadi mandiri. Ia juga menambahkah anak dan remaja belum bisa berpikir secara matang dan mempertimbangkan risiko secara menyeluruh dari perbuatan mereka.
 
(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif