Seorang anak albino duduk diapit orangtuanya (Foto:Daily Mail)
Seorang anak albino duduk diapit orangtuanya (Foto:Daily Mail)

Di Afrika, Orang Albino Diburu untuk Ritual Sihir

Rona keluarga
22 April 2015 16:47
medcom.id, Malawi: Jika di Indonesia pernah ada kasus Sumanto, sang pamakan mayat demi mendapatkan kesaktian dan kekayaan, di Tanzania, Afrika, ada kasus yang hampir mirip.
 
Anak-anak albino diburu untuk diambil bagian tubuhnya untuk dijadikan bagian dari ritual sihir. Akibat kasus ini, orang-orang albino mendapat perlindungan ketat dari polisi dan tentara.
 
Abino adalah kondisi genetik yang menyebabkan tidak adanya pigmentasi pada kulit, rambut, dan mata, sehingga semuanya berwarna putih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa orang percaya bahwa dengan membuat ramuan dari potongan tubuh seorang albino bisa membuat mereka bahagia, kaya raya, bahkan berumur panjang.
Di Afrika, Orang Albino Diburu untuk Ritual Sihir
Menurut laporan PBB, setidaknya ada 15 orang albino, mayoritas anak-anak telah tewas, terluka, atau diculik di Afrika Timur selama enam bulan terakhir.
 
Polisi Malawi diperintahkan untuk menindak orang-orang yang terlibat dalam perdagangan bagian tubuh albino, yakni dengan menembak siapapun yang tertangkap menyerang albino.
 
"Tembak setiap kriminal yang kejam yang tertangkap basah menculik orang albino," perintah Lexen Kachama, Inspektur Jenderal Polisi Malawi.
 
"Kita tidak bisa hanya menonton sementara teman-teman kita dibunuh seperti binatang setiap hari," tegasnya.
Di Afrika, Orang Albino Diburu untuk Ritual Sihir
Kelompok hak asasi albino menyerukan perlindungan yang lebih ketat untuk albino, tapi mereka mengatakan bahwa membunuh tersangka tidak akan mencegah kejahatan karena mereka menawarkan uang dalam jumlah besar demi mendapatkan bagian tubuh, sehingga banyak orang cenderung mengambil risiko demi hadiah yang dijanjikan. Bahkan, jika itu harus mengorbankan albino dari keluarga sendiri.
 
Menurut laporan Palang Merah, orang Albino dijual dengan harga USD75 ribu atau setara Rp800 juta untuk satu bagian tubuh lengkap.
 
Vicky Ntetema, direktur eksekutif Under The Same Sun, sebuah organisasi non-profit Kanada pembela hak-hak albino, menginginkan keadilan bagi orang-orang yang diculik, dimutilasi, dan dibunuh.
 
"Membunuh mereka (pelaku) di tempat tidak akan membantu kami menangkap orang-orang beruang yang menyewa geng ini untuk terus meneror albino. Kita semua harus bersatu dan menemukan otak pelaku yang bersembunyi di balik pembunuhan," ucap Lexen Kachama. (Ningtriasih/Daily Mail)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ROS)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif